main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. national

Kemenkomdigi: World ID Kumpulkan 500 Ribu Lebih Data Biometrik di Indonesia



JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyebut layanan World ID telah mengumpulkan lebih dari 500 ribu data retina dan retina code milik warga Indonesia. Atas dasar inilah Kemenkomdigi mempertanyaan kepatuhan hukum proyek yang dikembangkan oleh Tools for Humanity (TFH).



Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar menyebut temuan disampaikan oleh THF saat memenuhi pemanggilan dari Kemenkomdigi beberapa hari lalu.



“TFH menyampaikan bahwa mereka telah mengumpulkan lebih dari 500.000 retina dan retina code dari pengguna di Indonesia,” kata Sabar di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (9/5/2025).

 

Baca Juga

TFH Hadirkan World ID di Indonesia, Tawarkan Verifikasi Digital Super Aman di Era AI



Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat data biometrik bersifat sangat sensitif dan memiliki risiko tinggi jika tidak dikelola dengan benar.



“Kami mengambil tindakan pembekuan sementara tanda daftar penyelenggara sistem elektronik layanan aplikasi World sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi risiko terhadap masyarakat,” sambungnya.



Kemenkomdigi turut menyoroti sejumlah isu penting dalam klarifikasi, antara lain alur bisnis TFH, praktik pemberian insentif finansial dalam pengumpulan data pribadi, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi dan registrasi sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).



Alex menyebut pihaknya sedang mendalami bagaimana TFH menjamin keamanan data retina dan batas tanggung jawab antarentitas dalam ekosistem mereka.



Langkah ini bertujuan untuk melindungi hak-hak privasi masyarakat serta memastikan bahwa setiap entitas digital yang beroperasi di Indonesia mematuhi regulasi yang berlaku.



“Keputusan resmi atas hasil evaluasi ini akan diumumkan dalam waktu dekat,” pungkasnya. (C-13)

 

Baca Juga

Menkominfo Temui Perwakilan world ID Milik Bos Chat GPT, Ini yang Dibahas

ARTIKEL POPULER

      BERITA TERKAIT

      • Kemenkomdigi: World ID Kumpulkan 500 Ribu Lebih Data Biometrik di Indonesia

        09/05/2025, 06.35 WIB
      • Jejak Aplikasi World di Indonesia: Viral di Bekasi hingga Diblokir Kemenkomdigi

        06/05/2025, 03.04 WIB
      • Kemenkomdigi Siapkan Internet 100 Mbps Seharga Rp 100 Ribu, Lelang Frekuensi Segera Digelar?

        03/06/2025, 03.50 WIB
      • Sebulan Berlalu, Tools for Humanity Masih Belum Kantongi Restu Kemenkomdigi untuk Aplikasi World

        10/06/2025, 13.08 WIB
      • Lawan Call Spam dan Penipuan, XLSmart (EXCL) Siap Terapkan Teknologi Biometrik untuk eSIM

        21/05/2025, 11.21 WIB