Sinar Terang (MINE) Raih Dua Kontrak Baru, Begini Dampaknya bagi Kinerja Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) resmi mengantongi dua kontrak kerja sama strategis dari anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM). Kontrak tersebut berupa pengelolaan jasa kontraktor tambang dan jasa pengangkutan material (hauling) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
MINE akan menjalankan sejumlah kegiatan utama di sektor tambang nikel, mulai dari pemindahan lapisan tanah atas (topsoil), penggalian bijih nikel, hingga pengangkutan bijih nikel. Proyek ini ditargetkan mencapai volume produksi sebesar 25,3 juta Bank Cubic Meter (BCM) selama masa kontrak tiga tahun.
Baca Juga
Belum Sebulan Melantai di Bursa, Sinar Terang Mandiri (MINE) Umumkan Lompatan Laba 41% di 2024
MINE juga dipercaya untuk menjalankan jasa hauling, yaitu pengangkutan bijih saprolite dan gravel dari Kabupaten Konawe menuju Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Target produksi dari jasa hauling ini akan mencapai 13,5 juta ton dalam kurun waktu tiga tahun.
Direktur Utama MINE Ivo Wangarry, menyatakan dua kontrak baru yang dijalankan bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) mempertegas posisi MINE sebagai perusahaan jasa penunjang pertambangan yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Kerja sama ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Kami bersyukur dengan terjalinnya kerja sama ini dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para mitra. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan memperluas portofolio proyek kami, sekaligus menegaskan komitmen kami dalam menciptakan manfaat signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Ivo Wangarry dalam keterangan resminya Rabu, (28/5/2025).
Baca Juga
Usai Resmi Listing Saham, Sinar Terang (MINE) Agresif Tambah Alat Berat untuk Hilirisasi Nikel
Ivo optimististis bahwa kontrak baru ini akan berdampak positif terhadap keberlangsungan bisnis, kinerja keuangan, serta operasional Perseroan. Ia juga mengungkapkan bahwa proyek baru ini memerlukan nilai investasi signifikan di awal periode yang berpotensi mempengaruhi profitabilitas jangka pendek Perseroan.
Hingga kuartal I-2025, MINE membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 572,7 miliar atau tumbuh 12,3% dibandingkan Kuartal I 2024 yang sebesar Rp 509,9 miliar. MINE juga mencatatkan kenaikan laba komprehensif tahun berjalan Kuartal I 2025 sebesar Rp 62,4 miliar, naik 8,5% dari Rp 57,5 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

