Melesat Sepekan hingga Cetak Level Tertinggi Baru 6.815 dalam Sebulan, IHSG Pulih?
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/5/2025), ditutup berhasil catatkan kenaikan pesat sebanyak 48,93 poin (0,72%) ke level penutupan tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir menjadi 6.815,73.
Dengan penguatan tersebut, IHSG BEI sepanjang pekan ini berhasil torehkan penguatan secara beruntun dari level 6.678 menjadi 6.815 atau terjadi peningkatan sebanyak 137 poin.
Baca Juga
Terkait kenaikan indeks hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,60%, sektor infrastruktur 1,52%, sektor kesehatan 1,12%, sektor property 0,87%, sektor keuangan 0,68%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, consumer primer, dan sektor transportasi.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham ini torehkan lompatan harga, dua saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) naik Rp 17 (34%) menjadi Rp 67 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik Rp 325 (24,81%) menjadi Rp 1.635.
Lompatan harga juga melanda saham PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) naik Rp 25 (31,65%) menjadi Rp 104, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) naik Rp 18 (23,38%) menjadi Rp 95, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp 60 (22,90%) menjadi Rp 322, dan PT First Media Tbk (KBLV) naik 21,05% menjadi Rp 138. Sebaliknya penurunan melanda saham SMIL, NAIK, MEJA, HRTA, dan TINS.
Baca Juga
Cinema XXI (CNMA) Rekor Baru dengan 14 Juta Penonton Bulanan, Namun Keuangan Kuartal I-2025 Merugi
IHSG sebelum libur May Day ditutup sebanyak 17,72 poin (0,26%) menjadi 6.766 dengan pemodal asing kembali merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 142,80 miliar. Aksi ini merupakan net buy dua hari beruntun.
Penguatan indeks tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor kesehatan 2,84%, sektor transportasi 1,32%, saham consumer non primer 0,93%, sektor consumer primer 0,57%, dan sektor consumer primer 0,57%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, teknologi, keuangan, material dasar, energi, dan industry.

