main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. macro

Kecemasan Global Mereda, Rupiah Melemah usai Libur Panjang

 

JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah melemah imbas menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/05/2025), seiring kecemasan global mereda. Pada Minggu lalu waktu AS, Amerika dan Tiongkok sepakat menangguhkan sementara sebagian besar tarif impor resiprositas selama 90 hari, sebagai bagian 'gencatan' perang dagang. Kini, AS menurunkan tarif dari 145% menjadi 30% untuk produk Cina dan Tiongkok mengurangi tarif atas barang AS dari 125% menjadi 10%. 

 

Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah melemah 36 poin (0,21%) ke level Rp 16.568 per dolar AS, usai libur panjang Hari Raya Waisak dan cuti bersama. Pada penutupan perdagangan Jumat (09/05/2025) lalu, kurs rupiah masih bertengger di posisi Rp 16.532 per dolar AS.


Pada perdagangan di pasar spot valas, dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah melemah 35 poin (0,21%) ke level Rp 16.545 per dolar AS. Sebelumnya, mencatat kurs berada di posisi Rp 16.510 per dolar AS pada hari perdagangan terakhir.


"Data pada hari Selasa lalu menunjukkan inflasi indeks harga konsumen AS lebih rendah dari perkiraan, seiring meredakan beberapa kekhawatiran tentang dampak tarif perdagangan AS. Pengumuman bersama AS dan Cina untuk sementara melonggarkan tarif masing-masing, yang meredakan kekhawatiran resesi global," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/05/2025).

 

 



Baca Juga

Amerika Secara Natural Proteksionis, Mengapa?



Dijelaskan oleh Ibrahim, AS juga akan menurunkan tarif pada produk bernilai rendah yang diimpor dari Tiongkok. Perkembangan ini memberikan kelonggaran bagi The Fed untuk menyesuaikan suku bunga, tetapi analis memperingatkan bahwa Bank Sentral AS mungkin akan tetap berada di pinggir lapangan, menilai negosiasi tarif lebih lanjut.

Dalam pertemuan terakhir mereka, pejabat The Fed tampaknya cenderung menunggu tanda-tanda yang jelas dari kemerosotan ekonomi, sebelum memangkas suku bunga.


Baca Juga

Coretax Berdampak Ganggu Cash Flow Perusahaan, Wamenkeu Janji Perbaiki

 
 

BERITA TERKAIT

  • Kecemasan Global Mereda, Rupiah Melemah usai Libur Panjang

    14/05/2025, 09.40 WIB
  • Usai Libur Panjang, Kurs Rupiah Menguat meski Indeks Dolar Rebound

    10/06/2025, 02.31 WIB
  • Kurs Rupiah Berpeluang Menguat usai Libur Panjang

    09/06/2025, 10.32 WIB
  • Jelang Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.300

    28/05/2025, 13.11 WIB
  • Kurs Rupiah Ditutup Melemah usai OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuah Ekonomi RI 

    04/06/2025, 09.52 WIB

ARTIKEL POPULER