Kecemasan Global Mereda, Rupiah Melemah usai Libur Panjang
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah melemah imbas menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/05/2025), seiring kecemasan global mereda. Pada Minggu lalu waktu AS, Amerika dan Tiongkok sepakat menangguhkan sementara sebagian besar tarif impor resiprositas selama 90 hari, sebagai bagian 'gencatan' perang dagang. Kini, AS menurunkan tarif dari 145% menjadi 30% untuk produk Cina dan Tiongkok mengurangi tarif atas barang AS dari 125% menjadi 10%.
Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah melemah 36 poin (0,21%) ke level Rp 16.568 per dolar AS, usai libur panjang Hari Raya Waisak dan cuti bersama. Pada penutupan perdagangan Jumat (09/05/2025) lalu, kurs rupiah masih bertengger di posisi Rp 16.532 per dolar AS.
Pada perdagangan di pasar spot valas, dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah melemah 35 poin (0,21%) ke level Rp 16.545 per dolar AS. Sebelumnya, mencatat kurs berada di posisi Rp 16.510 per dolar AS pada hari perdagangan terakhir.
"Data pada hari Selasa lalu menunjukkan inflasi indeks harga konsumen AS lebih rendah dari perkiraan, seiring meredakan beberapa kekhawatiran tentang dampak tarif perdagangan AS. Pengumuman bersama AS dan Cina untuk sementara melonggarkan tarif masing-masing, yang meredakan kekhawatiran resesi global," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/05/2025).
Baca Juga
Dijelaskan oleh Ibrahim, AS juga akan menurunkan tarif pada produk bernilai rendah yang diimpor dari Tiongkok. Perkembangan ini memberikan kelonggaran bagi The Fed untuk menyesuaikan suku bunga, tetapi analis memperingatkan bahwa Bank Sentral AS mungkin akan tetap berada di pinggir lapangan, menilai negosiasi tarif lebih lanjut.
Dalam pertemuan terakhir mereka, pejabat The Fed tampaknya cenderung menunggu tanda-tanda yang jelas dari kemerosotan ekonomi, sebelum memangkas suku bunga.

