main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. macro

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2025 4,87%, Alarm Serius Perlambatan Konsumsi dan Investasi

 

JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi 4,87% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2025. Angka ini turun 0,98% secara kuartalan dibandingkan kuartal IV-2024

 

Konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama tumbuh 4,89% secara tahunan, investasi tumbuh 2,12% secara tahunan, dan ekspor tumbuh 6,78% secara tahunan. Penurunan terjadi terhadap konsumsi pemerintahan -1,38% secara tahunan.

 

Baca Juga

Erick Thohir: Pertumbuhan Ekonomi RI 4,87% Kuartal I-2025 Tergolong Baik di Tengah Tekanan Global

 

Wakil Ketua Komisi XI DPR M Hanif Dhakiri menilai, pencapaian kuartal I-2025 terendah sejak kuartal III-2021. “Ini alarm serius. Mesin utama pertumbuhan, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah, mengalami perlambatan bersamaan. Kalau tidak ada koreksi arah, target 5,2% hingga akhir 2025 akan sulit tercapai,” kata Hanif dalam keterangannya, Senin (5/5/2025).

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1746426157/investortrust-bucket/images/1746426163985.jpg
Grafis sumber pertumbuhan PDB kuartal I-2025 ()
Source: BPS, Datatrust

 

Ia menyoroti konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh 4,89%. Menurutnya, angka tersebut terendah dalam lima kuartal terakhir, meskipun ada momentum Ramadan dan Idulfitri. Hal tersebut menunjukkan tekanan daya beli yang belum pulih, khususnya di kelompok menengah bawah. 

 

Wakil Ketua Umum DPP PKB itu juga menyoroti investasi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang hanya tumbuh 2,12%. Capaian itu mencerminkan ketidakpastian dunia usaha. Belanja pemerintah justru terkontraksi, padahal seharusnya menjadi penopang utama di tengah pelemahan sektor swasta.

 

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Melambat jadi 4,87% di Kuartal I, IHSG justru Melaju makin Kencang, Ada Apa?   

 

“Negara seharusnya hadir saat pasar melemah, bukan justru tertahan oleh proses birokrasi dan perencanaan yang tidak sigap. Ini soal ketepatan dan kecepatan eksekusi belanja,” ucapnya.

 

Menteri Ketenagakerjaan RI 2014-2019 itu memandang bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya dikejar dari angka, melainkan harus berkualitas dan menyentuh langsung kehidupan rakyat. Ia mendorong pemerintah memperkuat belanja produktif, mempercepat insentif sektor riil, dan mengarahkan kebijakan pada penguatan konsumsi domestik dan penciptaan lapangan kerja.

 

Ia menegaskan Komisi XI DPR akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah agar kebijakan fiskal dan moneter bersinergi secara adaptif dan inklusif. “Pertumbuhan yang tidak berpijak pada pemerataan dan ketahanan struktural hanya akan memperbesar risiko ke depan,” ujar Hanif. 

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1746432877/investortrust-bucket/images/1746432882537.jpg
Distribusi produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran. Infografis: Diolah Riset Investortrust. ()
Source:

 

Berdasarkan data BPS, proporsi pekerja formal dan informal per Februari 2025 yaitu, masing-masing, 59,4% dan 40,6% dari total penduduk bekerja yang sebesar 145,77 juta orang.

 

Lima sektor lapangan usaha yang mendominasi pekerjaan ini, antara lain pertanian dengan distribusi 28,54%, perdagangan dengan distribusi 19,26%, industri pengolahan dengan distribusi 13,45%, akomodasi dan makan minum dengan distribusi 7,87%, dan konstruksi dengan distribusi 5,97%.

 

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1746432647/investortrust-bucket/images/1746432647540.jpg
Laju pertumbuhan dan sumber pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran. Infografis: Diolah Riset Investortrust. ()
Source:

 

Dari sini, jumlah pengangguran per Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang. Angka ini bertambah 83.450 orang. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 4,76%.

 

Jika dilihat pendidikan yang Ber Hasil ditamatkan lulusan SMA/SMK dan diploma IV, Strata-1 (sarjana S1), S2, dan S3 mendominasi. Pengangguran yang berasal dari lulusan SMA sebesar 6,35%, SMK 8%, dan diploma hingga S3 yaitu 6,23%. (C-14)

 

BERITA TERKAIT

  • Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2025 4,87%, Alarm Serius Perlambatan Konsumsi dan Investasi

    05/05/2025, 12.48 WIB
  • Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2025 Melambat, Apindo Soroti PHK dan Lemahnya Konsumsi

    05/05/2025, 11.56 WIB
  • Ekonom Bank Mandiri Optimistis Perlambatan Ekonomi di Kuartal I 2025 Jadi Fase Normalisasi ke Pertumbuhan yang Lebih Sehat dan Seimbang

    19/05/2025, 09.39 WIB
  • Alarm Apindo, Ini 3 Fakta Pahit Laporan Ekonomi Kuartal I-2025

    14/05/2025, 04.03 WIB
  • Indonesia Dihadapkan Ancaman Berlanjutnya Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi pada 2025

    28/04/2025, 06.20 WIB

ARTIKEL POPULER