main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. macro

Ekonom Bank Mandiri Optimistis Perlambatan Ekonomi di Kuartal I 2025 Jadi Fase Normalisasi ke Pertumbuhan yang Lebih Sehat dan Seimbang

JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Andry Asmoro mengungkapkan, produk domestik bruto (PDB) RI di triwulan I 2025 tercatat tumbuh 4,87% atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 5,02%. 

 

Hal tersebut, menurut dia, mencerminkan fase normalisasi menuju pola pertumbuhan yang lebih sehat dan seimbang. Pihaknya melihat, kondisi tersebut dipengaruhi oleh efek basis tinggi pada 2024 serta sinyal awal perlambatan investasi domestik pasca pemilu. 

 

“Tekanan eksternal meningkat seiring kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) yang cenderung agresif melalui tarif resiprokal. Ketidakpastian ini memicu gejolak pasar keuangan dan memengaruhi proyeksi pertumbuhan global yang diturunkan IMF dari 3,3% menjadi 2,8%,” ujar Andry, secara daring, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 2025, Senin (19/5/2025). 

 

Baca Juga

Ekonom Bank Mandiri Proyeksi BI Pangkas BI Rate pada RDG Mei 2025

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1747632089/investortrust-bucket/images/1747632089516.jpg
Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk. Andy Asmoro saat memaparkan materi dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 2Q25 Indonesia Economic Outlook : Building Resillience in the Midst of Global Turbulence di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (19/5/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. 

 

Meski begitu, lanjutnya, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh 4,89% secara year on year (yoy) meski sedikit lebih rendah dari triwulan IV 2024. Momentum Idulfitri 2025 tetap menjadi pendorong, meski masyarakat mulai menunjukkan kecenderungan memperbesar alokasi untuk tabungan. 

 

Di sisi bersamaan, inflasi tahunan hingga April 2025 tercatat 1,95%, mencerminkan kondisi harga yang terkendali. Normalisasi tarif listrik usai program subsidi juga menjadi penyumbang utama kenaikan yang terbatas tersebut. 

 

“Fluktuasi ini perlu direspon dengan kebijakan stabilisasi yang terukur dan terkoordinasi. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,93% sepanjang 2025,” kata Andry. 

 

Baca Juga

Bank Mandiri: Pertumbuhan Perbankan Kredit Masih Kuat, Namun UMKM Perlu Dukungan Tambahan

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1747634658/investortrust-bucket/images/1747634656821.jpg
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro (kedua kanan), Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina (kanan), Head of Industry & Regional Research Department Bank Mandiri Dendi Ramdani (kedua kiri), Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto (kiri) saat memaparkan materi dalam acar Mandiri Macro and Market Brief 2Q25 Indonesia Economic Outlook : Building Resillience in the Midst of Global Turbulence di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (19/5/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. 

 

Menurutnya, peluang akselerasi tetap terbuka melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif dalam menjaga daya beli dan mendorong investasi. Hal ini bisa diukur lewat sektor pertanian yang menunjukkan kinerja positif, didorong program intensifikasi seperti pompanisasi dan distribusi pupuk. 

 

“Sektor-sektor terkait mobilitas seperti transportasi, perhotelan, informasi dan komunikasi, serta hiburan, terus menopang pertumbuhan. Pergeseran gaya hidup menuju konsumsi berbasis pengalaman mendorong perputaran ekonomi di sektor jasa,” ucap Andry. 

 

Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) tetap akomodatif sepanjang tahun ini, dengan ruang pelonggaran terbuka selama stabilitas harga dan nilai tukar terjaga. Di lain sisi, akselerasi realisasi belanja pemerintah akan menjadi bantalan penting menghadapi ketidakpastian global. 

 

Sementara itu, hingga kuartal I 2025, fungsi intermediasi perbankan menunjukkan moderasi dengan pertumbuhan kredit 9,16% (yoy) pada Maret 2025. Meski begitu, likudiitas menjadi lebih ketat dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 4,75% dan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang naik menjadi 88%. 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

  • Ekonom Bank Mandiri Optimistis Perlambatan Ekonomi di Kuartal I 2025 Jadi Fase Normalisasi ke Pertumbuhan yang Lebih Sehat dan Seimbang

    19/05/2025, 09.39 WIB
  • Tim Ekonom Mandiri Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 4,92% pada kuartal II/2025

    19/05/2025, 03.35 WIB
  • Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

    01/05/2025, 09.21 WIB
  • Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2025 4,87%, Alarm Serius Perlambatan Konsumsi dan Investasi

    05/05/2025, 12.48 WIB
  • Ekonom Bank Mandiri Proyeksi BI Pangkas BI Rate pada RDG Mei 2025

    19/05/2025, 04.01 WIB

ARTIKEL POPULER