main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. macro

BPS: Bukan Soal Angka, Tapi Kecepatan Menurunkan Angka Kemiskinan

 

 

JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan standar garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia untuk menilai Indonesia menggunakan standar US$ 6,85. Angka tersebut digunakan karena status Indonesia masuk dalam upper middle income.

 

Meski begitu, menurut Amalia, standar angka kemiskinan itu bukan menjadi yang utama.

 

“Sebenarnya yang paling penting adalah bukan angkanya dan levelnya, tapi seberapa cepat kita bisa menurunkan kemiskinan tersebut,” kata Amalia, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

 

Amalia menjelaskan angka itu harus dimaknai dengan bijak. Setiap setiap negara memiliki standar dan metodologi berbeda dalam menghitung angka kemiskinan.

 

“Kita perlu bijak dalam memaknai angka yang disampaikan oleh Bank Dunia mengenai kemiskinan yang 60,3% itu,” kata dia.

 

Baca Juga

Kepala BPS: Garis Kemiskinan ala Bank Dunia Tak Bisa Langsung Diterapkan

 

Amalia menjelaskan Indonesia memiliki perhitungan garis kemiskinan tersendiri. Perhitungan garis kemiskinan itu mengasumsikan pengeluaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, bukan pendapatan.

 

“Garis kemiskinan adalah pengeluaran untuk memenuhi basic need 2.100 kilokalori dan non-makanan,” ujar dia.

 

Amalia menjelaskan, jika dalam satu keluarga terdapat empat orang, standar garis kemiskinan harus dikalikan dengan jumlah orang tersebut. Misalnya, di Jakarta, garis kemiskinannya sekitar Rp 850.000 artinya perlu dikalikan empat.

 

“Kalau keluarganya ada lima (orang) maka Rp 850.000 dikalikan lima. Sekitar Rp 4,1 juta atau Rp 4,2 juta. Itu bukan pendapatan,” ucap dia.

BERITA TERKAIT

  • BPS: Bukan Soal Angka, Tapi Kecepatan Menurunkan Angka Kemiskinan

    30/04/2025, 16.13 WIB
  • Perdebatan Angka Kemiskinan Hanya Terpaku pada Susunan Angka Ketimbang Kemiskinan itu Sendiri

    10/06/2025, 22.58 WIB
  • Bank Dunia Perkirakan Angka Kemiskinan Indonesia 60,3%, Mengapa Beda dengan BPS?

    30/04/2025, 05.14 WIB
  • Angka Kemiskinan RI Melejit Gara-gara Bank Dunia, Ini Kata Ekonom

    10/06/2025, 11.38 WIB
  • Acuan Direvisi, Angka Kemiskinan Ekstrem Indonesia Naik Jadi 5,44%

    10/06/2025, 06.56 WIB

ARTIKEL POPULER

  • Sanurhasta Mitra (MINA) Membantah, Pengendali telah Berganti sejak Februari 2025
  • Kopi Jojie