Gelar Operasi Arafah, Arab Saudi Amankan Dua Juta Jemaah Haji 1446 H
MAKKAH, investortrust.id - Menjelang puncak ibadah haji yang akan berlangsung pada Kamis (5/6) di Padang Arafah, otoritas Kerajaan Arab Saudi menggelar apel besar pasukan pengamanan pada Sabtu malam waktu setempat. Gelaran ini menandai dimulainya pengamanan intensif terhadap lebih dari dua juta jemaah dari seluruh dunia yang akan melaksanakan wukuf, momen paling krusial dalam rangkaian ibadah haji 1446 H/2025.
Baca Juga
482 Kloter Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Jemaah Perempuan Lebih Banyak
Apel yang digelar langsung di kawasan Padang Arafah itu dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz. Dalam acara tersebut, ribuan personel keamanan dari berbagai satuan—termasuk militer, kepolisian, pemadam kebakaran, tim medis, hingga satuan antiteror—memamerkan kesiapan mereka dalam menghadapi potensi ancaman, baik teknis maupun ekstrem.
Pasukan elit memperagakan sejumlah simulasi situasi darurat mulai dari penanganan ledakan di gedung bertingkat, pembebasan sandera, hingga pengejaran pelaku kriminal yang melaju di jalan raya. Kecepatan respons dan koordinasi menjadi sorotan utama, dengan personel menunjukkan kemampuan manuver kendaraan taktis, teknik penggerebekan, serta evakuasi medis dalam kondisi krisis.
Simulasi kompleks yang ditampilkan mencerminkan tingkat kesiapan dan investasi besar Saudi dalam menjamin keamanan musim haji tahun ini, yang kian menantang di tengah dinamika geopolitik kawasan dan kerawanan ancaman non-konvensional.
Dalam pernyataannya, Pangeran Abdulaziz menegaskan komitmen penuh Kerajaan untuk menjaga keselamatan jemaah dan memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan khusyuk dan aman. “Kami tidak akan kompromi dalam soal keamanan jemaah. Stabilitas dan ketertiban adalah prioritas nasional,” ujarnya dalam pidato seusai apel, dikutip dari Antara, Minggu (1/5/2025).
Jaminan Global
Puncak haji di Arafah bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sebuah operasi logistik dan keamanan berskala global. Saudi, yang menjadi tuan rumah, mengemban tanggung jawab besar di tengah sorotan dunia, apalagi dengan terus bertambahnya jumlah jemaah dari berbagai belahan dunia.
Keamanan haji menjadi reputasi strategis bagi Kerajaan—sebuah narasi penting dalam visi modernisasi dan diplomasi internasional yang tengah dikembangkan di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tak heran jika sistem pengamanan haji kini diintegrasikan dengan teknologi intelijen, drone pemantau, serta command center berbasis AI yang siaga 24 jam.
Baca Juga
Wukuf di Arafah tinggal beberapa hari lagi. Sinyal yang dikirim Riyadh jelas, yaitu bahwa tahun ini, keamanan jemaah bukan hanya prioritas, tapi juga panggung untuk menunjukkan kapasitas Saudi sebagai penjaga dua tanah suci.

