main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. business

Di Forum BRICS, RI Tegaskan Transisi Energi Harus Inklusif

 

JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mewakili Indonesia dalam Brasil, Rusia, India, China, South Africa (BRICS) Energy Ministerial Meeting di Brasilia, Brasil. Dia menegaskan bahwa transisi energi di Indonesia harus inklusif dan tidak boleh ada yang tertinggal.

 

Di forum tersebut, Yuliot menyampaikan perspektif kebijakan energi Indonesia yang selaras dengan dinamika global, yakni transisi energi menuju energi bersih.

 

Dia menegaskan, transisi energi yang dilakukan di Indonesia harus bersih, adil, berkelanjutan, dan inklusif, untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Menurutnya, transisi energi tidak harus dilakukan dengan pendekatan one-size-fits-all, namun mesti merefleksikan kondisi nasional, prioritas pembangunan, dan kedaulatan teknologi.

 

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menjadi negara yang paling unik dalam forum energi ini. Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan akses terhadap energi di seluruh wilayah yang beragam dan terpencil," kata Yuliot dalam Forum BRICS, Rabu (21/5/2025).

 

Baca Juga

Kenaikan Royalti Minerba Jadi Momentum Percepatan Transisi Energi  

 

Dia pun menyampaikan, untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia memprioritaskan pengembangan energi terbarukan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang mendukung pertumbuhan yang inklusif.

 

Dengan keunikan tersebut, posisi dan kontribusi Indonesia dalam BRICS akan memberikan warna yang berbeda.

 

"Untuk mempromosikan energi bersih, Indonesia telah menerapkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan campuran bahan bakar nabati biodiesel berbasis minyak sawit 40% atau B40, serta mendorong implementasi memasak bersih berbasis bioenergi," ucapnya.

 

Lebih lanjut, Yuliot menegaskan bahwa energi harus dianggap sebagai aset yang strategis, bukan hanya komoditas. Oleh karena itu, Indonesia tengah meningkatkan sektor minyak dan gas (migas), dengan upaya mencapai 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 BSCFD gas pada tahun 2030.

 

Baca Juga

Bersama BRICS, Indonesia Tancap Gas di Jalur Energi Bersih untuk Masa Depan Bumi

 

Selain itu, Indonesia juga menjajaki energi nuklir sebagai opsi baseload yang rendah karbon, dengan reaktor pertama direncanakan pada tahun 2032 dan target kapasitas terpasang 36 gigawatt (GW) pada 2060.

 

"Tak hanya itu, kami juga bangga menjadi salah satu negara yang terdepan di dunia dalam pengembangan energi panas bumi, dengan 19 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), lebih dari 2,68 GW kapasitas terpasang, dan peta jalan yang jelas untuk mencapai 6,2 GW pada tahun 2030," ucap Yuliot.

ARTIKEL POPULER

      BERITA TERKAIT

      • Di Forum BRICS, RI Tegaskan Transisi Energi Harus Inklusif

        21/05/2025, 02.05 WIB
      • Pentingnya Generasi Muda Belajar Transisi Energi Bersih yang Adil dan Inklusif

        30/05/2025, 06.44 WIB
      • Anindya Bakrie Bicara Transisi Energi dan Paris Agreement di Forum JFCC

        05/06/2025, 14.17 WIB
      • Pakar: Pengelolaan Pasca Tambang Harus Terintegrasi dengan Transisi Energi Berkelanjutan

        29/05/2025, 01.02 WIB
      • Transisi Energi Harus Dibangun Beriringan dengan Penguatan Hilirisasi

        30/05/2025, 05.43 WIB