Ketua MPR Anggap Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Sebagai Hal Baik
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesian (MPR) RI Ahmad Muzani menilai rencana penulisan kembali sejarah Indonesia adalah sesuatu yang baik. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai pelurusan sejarah.
"Setiap upaya untuk meluruskan penulisan sejarah, itu sesuatu yang baik. Dan saya kira makin banyak penulisan sejarah yang disajikan kepada generasi muda, generasi saat ini, sesuatu yang baik," kata Muzani di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya adanya penulisan kembali sejarah maka rakyat bisa mendapatkan kebenaran sejarah yang mendekati kebenaran. Muzani menilai sejarah tidak akan pernah mendapatkan kebenaran final.
"Jadi bagi kami, setiap upaya yang dilakukan, apakah pemerintah, kelompok, masyarakat peduli sejarah, sesuatu yang baik," ucapnya.
Ia pun menekankan soal penyajian fakta yang apa adanya dalam penulisan kembali sejarah. Benar tidaknya sejarah tersebut menurutnya biar pembaca yang menilai. Termasuk sejarah mengenai peristiwa Gerakan 30 September1965.
"Semua sejarah. Semua sejarah yang menjadi perjalanan bangsa ini," ungkapnya.
Pemerintah disebut tengah berencana melakukan penulisan ulang sejarah Indonesia. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2025.
"Sekarang baru dalam proses, yang menuliskan ini para sejarawan. Tahun ini (rencananya diluncurkan), saat 80 tahun Indonesia merdeka," ucap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Fadli Zon menjelaskan sebanyak 100 ahli sejarah yang memiliki latar belakang akademis di bidangnya dilibatkan dalam proyek penyusunan ulang sejarah tersebut. Para sejarawan tersebut bertugas untuk menulis, merevisi, serta menyunting isi buku berdasarkan referensi dan kajian ilmiah, termasuk dari buku-buku sejarah yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya.
"Kami akan update dan menambah beberapa jilid, tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada. Kami melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari banyak perguruan tinggi, yang memang ahli di bidangnya dan punya kompetensi menulis serta menyunting isi buku itu," ungkapnya. (C-14)

