main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. macro

Neraca Perdagangan Diperkirakan Surplus, Tapi Lebih Rendah dari Maret 2025

 

 

 

JAKARTA, investortrust.id - Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 akan mengalami surplus. Meski demikian, diprediksi masih akan lebih rendah dari  nilai surplus yang dicatat pada Maret 2025 sebesar US$ 4,33 miliar. 

 

Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan angka surplus perdagangan pada April diperkirakan mencapai US$ 2,70 M. Angka proyeksi ini  turun -37,64% secara bulanan, dibandingkan pencapaian pada  Maret 2025.

 

“Kami masih memperkirakan bahwa antisipasi pelaku usaha terhadap penundaan tarif resiprokal pada April diperkirakan menjadi faktor utama yang mendorong ekspor tetap tumbuh positif,” tulis tim ekonom Bank Mandiri, Jumat (30/5/2025).

 

Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksi ekspor tumbuh 4,6% secara tahunan atau turun -11,8% secara bulanan. Penurunan ekspor secara bulanan muncul karena berlanjutnya moderasi harga komoditas utama ekspor Tanah Air.

 

“Berlanjutnya moderasi harga komoditas terutama, batu bara, CPO, dan nikel,” kata dia.

 

Baca Juga

APBN Surplus Rp 4,3 Triliun pada April 2025

 

Sementara itu, secara tahunan, harga CPO dan baja masih dapat bergerak naik.

 

Data perdagangan dari mitra niaga utama Indonesia menunjukkan penurunan. Terjadi kelesuan impor dari China, India, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

 

Dari dalam negeri, data impor menunjukkan kenaikan secara tahunan dan penurunan secara bulanan, yang masing-masing tercatat di angka 5,5% secara tahunan dan -5,8% secara bulanan. Peristiwa ini terjadi sejalan dengan faktor low base dari tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, aktivitas industri yang melemah menjadi indikator kondisi ini. Dalam data April, PMI manufaktur sebesar 46,7.

 

“Data PMI manufaktur juga menyebutkan adanya penurunan aktivitas pembelian bahan baku,” kata analisis tim tersebut.

 

Selain dari sektor industri, normalisasi pascaRamadan dan Idulfitri diperkirakan menjadi faktor yang mendorong impor turun secara bulanan.

BERITA TERKAIT

  • Neraca Perdagangan Diperkirakan Surplus, Tapi Lebih Rendah dari Maret 2025

    30/05/2025, 10.39 WIB
  • Neraca Perdagangan Surplus Beruntun 60 Bulan, Capai US$ 0,16 Miliar April

    02/06/2025, 04.01 WIB
  • Perdagangan Saham Kembali Hadapi ‘Long Weekend’, IHSG Sepekan Diperkirakan Cenderung Menguat

    02/06/2025, 03.26 WIB
  • BPS Tunda Umumkan Neraca Perdagangan April 2025, Ini Cerita Besar di Baliknya

    15/05/2025, 04.01 WIB
  • Inflasi PPI Lebih Rendah dari Perkiraan, Yield USTreasury Anjlok

    15/05/2025, 22.28 WIB

ARTIKEL POPULER