Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup melemah pada Selasa waktu setempat atau Rabu (21/5/2025) seiring dengan meredanya reli saham teknologi yang selama ini menjadi penggerak utama penguatan pasar. Indeks S&P 500 tercatat turun 0,39% ke level 5.940,46, mengakhiri tren kenaikan selama enam hari berturut-turut. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,38% ke 19.142,71 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 114,83 poin atau 0,27% ke posisi 42.677,24.
Baca Juga
Wall Street Menguat di Tengah Sentimen Penurunan Peringkat Kredit AS
Aksi jual terlihat signifikan pada saham-saham teknologi, yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar dalam beberapa pekan terakhir. Sektor ini mengalami penurunan sebesar 0,5%. Saham Nvidia merosot 0,9%, disusul penurunan pada Advanced Micro Devices, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft.
Meskipun penguatan pada perdagangan hari Senin relatif tipis, reli selama lima minggu terakhir tetap menunjukkan rebound yang tajam. Sejak menyentuh titik terendah pada April lalu, S&P 500 telah mencatatkan kenaikan lebih dari 20%, dipicu oleh pengumuman Presiden Donald Trump terkait kebijakan tarif. Saat ini, indeks acuan tersebut hanya berjarak sekitar 3% dari rekor tertingginya.
“Saya kira pertimbangan utama saat ini adalah kami telah mengalami tekanan akibat pengumuman tarif, kemudian reli tajam akibat meredanya penerapan tarif tersebut, dan sekarang pasar menunggu kejelasan karena sebagian besar negosiasi masih berlangsung,” urai Bill Northey, Investment Director di U.S. Bank Wealth Management, dalam wawancara dengan CNBC.
Baca Juga
Terobosan Perang Dagang: AS-China Sepakat Pangkas Tarif Selama 90 Hari
Northey menambahkan, investor saat ini berada dalam kondisi “optimisme tanpa kejelasan.”
Di sisi lain, saham Tesla naik tipis 0,5% setelah CEO Elon Musk menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin produsen kendaraan listrik tersebut selama lima tahun ke depan. “Ya, saya sama sekali tidak ragu mengenai hal itu,” kata Musk dalam wawancara di Qatar Economic Forum yang diselenggarakan Bloomberg di Doha.
Dari sisi kebijakan fiskal, Presiden Trump gagal meyakinkan sejumlah anggota Partai Republik di DPR untuk mencabut penolakan mereka terhadap rancangan undang-undang pajak yang kontroversial, terutama terkait batasan potongan pajak untuk pajak negara bagian dan lokal. Penolakan ini berpotensi menggagalkan pengesahan legislasi perpajakan yang ditargetkan rampung sebelum akhir pekan Memorial Day.

