main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. international

Emas Reli Lagi, Ini Faktor Pendorongnya

 

NEW YORK, investortrust.id - Harga emas kembali melanjutkan penguatan signifikan pada Selasa (20/5/2025),  menembus level $3.290 per ons di tengah tekanan terhadap dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Logam mulia ini naik lebih dari 2% setelah pasar mencerna dampak penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s dan minimnya kemajuan dalam upaya gencatan senjata Rusia-Ukraina.

 

Baca Juga

Harga Emas Melonjak Setelah Moody’s ‘Downgrade’ Peringkat AS

 

Harga emas spot tercatat naik ke level $3.294,71, sementara kontrak berjangka ditutup menguat 1,6% ke posisi $3.284,60.

 

“Masih ada tingkat ketidakpastian di pasar. Yang paling menonjol, penurunan peringkat oleh Moody’s dan pelemahan dolar telah mendukung keseluruhan sektor logam mulia,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, seperti CNBC

.

Moody’s menurunkan peringkat utang AS dari “Aaa” menjadi “Aa1” pada Jumat lalu, mengutip kekhawatiran atas beban utang pemerintah yang terus meningkat. Langkah ini memicu aksi jual di pasar keuangan dan menekan nilai tukar dolar, membuat emas lebih menarik bagi investor global.

 

Sementara itu, Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, menilai bahwa pergerakan harga emas masih dalam kisaran teknikal baru. “Emas akan menghadapi resistensi kuat di $3.350 dengan sedikit resistensi di $3.300. Saat ini kita berada dalam kisaran perdagangan baru antara $3.150 hingga $3.350,” jelasnya.

 

Dinamika geopolitik turut memperkuat permintaan aset lindung nilai. Ketegangan di Ukraina masih tinggi setelah Presiden Donald Trump berbicara dengan Vladimir Putin namun gagal mencapai kesepakatan damai. Sebagai respons, Uni Eropa dan Inggris secara terpisah mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia.

 

Baca Juga

Trump: Rusia dan Ukraina Sepakat Mulai Negosiasi Gencatan Senjata

 

Kondisi tersebut turut mendorong reli logam lainnya. Harga platinum melonjak 5% menjadi $1.048,05—tertinggi sejak Oktober 2024—sementara paladium menguat 4,2% ke $1.015,58. Rusia adalah produsen utama kedua logam tersebut secara global, sehingga gangguan pasokan menjadi perhatian utama pasar.

 

Adapun harga perak spot juga tercatat naik 2,1% ke level $33,01.

BERITA TERKAIT

  • Emas Reli Lagi, Ini Faktor Pendorongnya

    20/05/2025, 20.02 WIB
  • Penyaluran Rumah Subsidi Tumbuh Hingga 1.174%, Ini Faktor Pendorongnya

    21/05/2025, 08.24 WIB
  • Emiten Pendatang Baru Ini (RATU) Torehkan Lompatan Laba 64,91%, Ini Pendorongnya

    30/04/2025, 01.27 WIB
  • Laba Bersih Bukalapak (BUKA) Capai Rp 112 Miliar, Ini Pendorongnya

    30/04/2025, 07.03 WIB
  • Google Cloud Tambah Kapasitas Data Center di Jakarta, Alasan Ini Jadi Pendorongnya  

    14/05/2025, 12.03 WIB

ARTIKEL POPULER

  • Sanurhasta Mitra (MINA) Membantah, Pengendali telah Berganti sejak Februari 2025
  • Kopi Jojie