main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. international

Harga Minyak Naik Tajam karena Sinyal Positif Inflasi AS dan Pemangkasan Tarif

 

NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak mentah global melonjak pada perdagangan Selasa (13/5/2025) seiring aksi beli investor yang terpicu kombinasi data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak serta pemangkasan tarif sementara antara dua ekonomi terbesar dunia. Kedua faktor ini meningkatkan harapan pemulihan permintaan energi global.

 

Baca Juga

AS-China Pangkas Tarif, Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Dua Pekan

 

Minyak Brent ditutup menguat 2,57% ke level 66,63 dolar AS per barel. West Texas Intermediate (WTI) juga terapresiasi 2,78% ke posisi 63,67 dolar AS per barel.

 

“Kami tidak terlalu ikut ambil bagian seperti pasar lainnya dalam reli China kemarin, jadi hari ini kami mengejar ketertinggalan. Selain itu, data pagi ini memberi ruang bagi The Fed untuk mulai mengambil langkah,” ungkap John Kilduff dari Again Capital LLC, seperti dikutip CNBC.

 

Inflasi tahunan AS yang hanya mencapai 2,3% pada April, terendah sejak 2021, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama. Hal ini turut menopang daya beli konsumen dan permintaan energi.

 

Baca Juga

Inflasi CPI AS April 2,3% YoY, Lebih Rendah dari Perkiraan

 

Secara fundamental, pasar tetap mencermati dinamika pasokan dari OPEC+. Kartel minyak dan sekutunya berencana meningkatkan ekspor minyak pada bulan Mei dan Juni. Produksi OPEC sendiri telah meningkat lebih dari perkiraan sejak April dengan tambahan pasokan lebih dari 400.000 barel per hari.

 

Arab Saudi, sebagai pemain kunci dalam OPEC+, akan mempertahankan pasokan minyak ke Tiongkok di level tertinggi dalam lebih dari setahun, menurut sumber Reuters.

 

Dari sisi permintaan, JP Morgan menyebut bahwa pasar bahan bakar olahan tetap menunjukkan kekuatan, meskipun harga minyak mentah global telah terkoreksi lebih dari 20% sejak Januari.

 

“Meski harga minyak internasional telah turun 22% sejak puncaknya pada 15 Januari, harga produk olahan dan margin kilang tetap stabil,” tulis analis JP Morgan. Mereka menambahkan bahwa berkurangnya kapasitas kilang di AS dan Eropa telah memperketat pasokan bensin dan solar, serta meningkatkan risiko lonjakan harga pada musim perawatan kilang.

ARTIKEL POPULER

  • Sanurhasta Mitra (MINA) Membantah, Pengendali telah Berganti sejak Februari 2025
  • Kopi Jojie

    BERITA TERKAIT

    • Harga Minyak Naik Tajam karena Sinyal Positif Inflasi AS dan Pemangkasan Tarif

      13/05/2025, 22.03 WIB
    • Bank Mega Syariah Optimistis Pemangkasan BI Rate akan Berdampak Positif bagi Kinerja Tahun Ini

      09/06/2025, 03.53 WIB
    • Sinyal Resesi Menurun Pasca-kesepakatan AS-China, Yield USTreasury Naik Tajam

      12/05/2025, 22.36 WIB
    • Trump Melunak, Indikasikan Pemangkasan Tarif China ke 80%

      09/05/2025, 19.53 WIB
    • Powell Tolak Pemangkasan Suku Bunga di Tengah Tekanan Tarif Trump

      07/05/2025, 19.39 WIB