main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. international

Ketidakpastian Tarif Trump Tekan Wall Street, Dow Anjlok Hampir 400 Poin

 

NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS jatuh pada penutupan Selasa waktu setempat atau Rabu (7/5/2025) WIB. Wall Street tergelincir untuk hari kedua berturut-turut setelah investor diguncang oleh pernyataan kontradiktif Presiden Donald Trump terkait prospek kesepakatan dagang. Ketegangan pasar meningkat menjelang keputusan penting dari Federal Reserve.

 

Baca Juga

Wall Street Ambruk, Pernyataan Trump Ciptakan Ketidakpastian Baru

 

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 389,83 poin atau 0,95% ke level 40.829,00. S&P 500 melemah 0,77% ke 5.606,91, sementara Nasdaq Composite turun 0,87% dan ditutup pada 17.689,66. Ketiga indeks utama membukukan penurunan dua hari berturut-turut.

 

Saham Tesla merosot 1,8% setelah penjualan mobil barunya di Inggris dan Jerman pada April menyentuh level terendah dalam lebih dari dua tahun, meski permintaan kendaraan listrik secara keseluruhan meningkat. Saham Goldman Sachs juga turun 1,8%, menyeret Dow. Raksasa teknologi Nvidia dan Meta turut melemah.

 

Pasar goyah setelah Trump bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Selasa sore, menandai dimulainya negosiasi antara kedua pemimpin sejak Carney menjabat awal tahun ini.

 

Namun, dalam pertemuan tersebut, Trump menyampaikan pernyataan yang bertolak belakang dari janji sebelumnya. "Kita tidak harus menandatangani kesepakatan," ujarnya, bertentangan dengan pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent yang mengatakan awal pekan ini bahwa kesepakatan sudah dekat.

 

Bessent, dalam kesaksiannya di hadapan komite anggaran DPR pada Selasa, menambahkan: “Sekitar 97 atau 98% dari defisit perdagangan kita berasal dari 15 negara. Saya akan terkejut jika lebih dari 80 atau 90% dari kesepakatan itu belum rampung pada akhir tahun ini, dan bahkan mungkin jauh lebih cepat."

 

Meski demikian, belum ada kesepakatan dagang resmi yang diumumkan. Data dari Institute for Supply Management pada Senin memang menunjukkan aktivitas sektor jasa yang lebih kuat dari perkiraan pada April, namun kekhawatiran atas tarif tetap membayangi.

 

“Kita mungkin akan turun ke level terendah baru, bahkan jika Trump menurunkan tarif ke 50% untuk Tiongkok,” ujar miliarder pengelola dana lindung nilai Paul Tudor Jones kepada CNBC.

 

Komentar Trump semakin memperbesar kekhawatiran bahwa tarif baru, termasuk potensi beban tambahan untuk Tiongkok dan sektor farmasi, akan membebani pertumbuhan ekonomi AS. Paul Tudor Jones bahkan memperkirakan langkah Trump ini bisa memangkas pertumbuhan sebesar 2–3%.

 

“Tarif besar seperti ini punya efek seperti pajak. Dan kalau itu benar-benar terjadi, kita sedang menuju siklus pelemahan konsumsi dan investasi,” tulis analis Morgan Stanley dalam catatan Selasa.

 

The Fed memulai pertemuan dua harinya dengan ekspektasi pasar yang rendah terhadap perubahan kebijakan. Sinyal dari futures menunjukkan probabilitas di bawah 5% untuk pemangkasan suku bunga, namun pidato Ketua Jerome Powell akan jadi perhatian utama pelaku pasar.

 

Baca Juga

Powell Sebut The Fed Hadapi Dilema, Antara Mengendalikan Inflasi dan Mendorong Pertumbuhan

 

“Tarif bisa menjadi pengubah permainan jika berdampak pada konsumsi dan margin korporasi,” ujar Steve Rick dari TruStage. Dalam konteks ini, menurut dia, bank sentral tidak akan terburu-buru mengubah arah.

Error loading YouTube videos