Trump Usul Efisiensi Belanja Pemerintah di Pendidikan dan Perumahan Sebesar US$ 163 Miliar
WASHINGTON DC, Investortrust.id Pemerintahan AS di bawah pimpinan Donald Trump mengusulkan pemotongan anggaran federal sebesar US$ 163 miliar yang akan secara tajam mengurangi pengeluaran di sektor pendidikan, perumahan, dan penelitian medis. Penetapan pemotongan anggaran yang bakal berlaku di tahun 2026 ini di sisi lain bakal meningkatkan belanja pemerintah untuk pertahanan dan keamanan perbatasan.
Diusulkan Pemerintah Trump pada Jumat (2/5/2025), anggaran yang akan dinaikkan antara lain pengeluaran keamanan dalam negeri yang naik hampir 65% dari dibanding pada anggaran belanja tahun 2025. Langkah ini ditetapkan menyusul kebijakan Trump yang ingin memberantas imigran ilegal.
Pengeluaran diskresioner non-pertahanan, yang tidak termasuk program besar seperti Jaminan Sosial dan Medicare serta pembayaran bunga atas utang nasional yang terus meningkat, akan dipotong sebesar 23% ke tingkat terendah sejak 2017, demikian pernyataan dari Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih dikutip CNA News, Sabtu (3/5/2025).
Proposal tersebut akan memangkas lebih dari US$ 2 miliar anggaran Layanan Pendapatan Internal (IRS), serta memotong anggaran National Institutes of Health (NIH) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) lebih dari 40%.
Anggaran belanja yang dirancang Trump begitu ia duduk di Gedung Putih ini sejatinya sebagai upaya untuk mensukseskan janji kampanyenya yang akan meningkatkan belanja untuk keamanan perbatasan, sambil memangkas birokrasi federal.
Baca Juga
Lapangan Kerja AS April Tumbuh Kuat, Trump Kembali ‘Senggol’ The Fed
Sebelumnya para anggota Kongres dari Partai Demokrat mengkritik pemotongan belanja pemerintah tersebut, karena dianggap terlalu ekstrem. Sementara beberapa anggota Partai Republik meminta peningkatan pengeluaran untuk pertahanan dan bidang lainnya.
"Pada momen yang krusial ini, kita membutuhkan anggaran bersejarah, anggaran yang ‘membiayai’ kemunduran kita. (Kita) mengutamakan rakyat Amerika, dan memberikan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk militer dan keamanan dalam negeri kita," kata Direktur OMB Russ Vought dalam pernyataannya.
Vought, yang sebelumnya berada di lembaga think tank Heritage Foundation, adalah arsitek dari Proyek 2025, sebuah peta jalan untuk mengurangi jangkauan pemerintah federal. Trump membantah keterlibatannya dalam proyek tersebut selama kampanye, namun setelah menjabat, ia menunjuk Vought sebagai kepala anggarannya.
Pemerintah federal saat ini memiliki utang yang terus meningkat hingga mencapai US$36 triliun, dan beberapa pakar fiskal dan anggaran konservatif khawatir bahwa proposal Trump untuk memperpanjang pemotongan pajak tahun 2017 akan memperburuk situasi utang tersebut.
Apa yang disebut sebagai skinny budget ini adalah garis besar prioritas pemerintahan yang akan menjadi panduan bagi anggota Partai Republik di Kongres untuk mulai menyusun rancangan undang-undang pengeluaran.
Sementara itu Senator Republik AS Susan Collins, kepala perancang anggaran di Senat, menanggapi dingin rencana tersebut. "Permintaan ini datang terlambat ke Kongres, dan beberapa rincian penting masih belum jelas. Berdasarkan tinjauan awal saya, saya memiliki keberatan serius," kata Collins dari Maine.
Ia menyebutkan kekhawatiran bahwa pengeluaran untuk pertahanan terlalu rendah dan memprihatinkan tentang pemotongan program yang membantu warga berpenghasilan rendah menghangatkan rumah mereka. "Pada akhirnya, Kongreslah yang memegang kekuasaan anggaran," ujar Collins.

