main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. financial

Bukan karena Lesu, Ini Alasan Klaim Asuransi Jiwa Kuartal I Turun 11%

 

JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan jumlah klaim yang dibayar industri asuransi, yakni 11,1% dari Rp 42,93 triliun pada kuartal I 2024 menjadi Rp 38,16 triliun pada kuartal I 2025. 


“Total pembayaran klaim tersebut diberikan kepada 3,74 juta orang penerima manfaat,” ujar Kepala Departemen Komunikasi AAJI Karin Zulkarnaen, dalam konferensi pers AAJI Kuartal I 2025, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).


Ia menjelaskan, penurunan klaim dipengaruhi menurunnya nilai klaim di berbagai komponen pada kuartal I 2025, misalnya klaim akhir kontrak yang turun 20,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,93 triliun, klaim pembatalan polis (surrender) turun 7,7%(yoy) menjadi Rp 19,20 triliun, dan klaim partial withdrawal yang turun 36,3% (yoy) jadi Rp 3,72 triliun. 

 

Baca Juga

Rayakan Tiga Dekade, Asuransi Astra Optimalkan Layanan dan Diversifikasi Produk


Menurut Karin, penurunan klaim di kategori surrender maupun partial withdrawal ini merupakan pencapaian bagus. “Ini baik untuk industri asuransi jiwa karena menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar bahwa asuransi adalah produk jangka panjang yang manfaatnya akan maksimal jika ditahan hingga akhir masa kontrak,” katanya. 


Untuk klaim kesehatan, lanjut Karin, juga mengalami penurunan 2,2% (yoy) menjadi Rp 5,83 triliun di kuartal I 2025. Penurunan ini dipicu klaim kesehatan perorangan yang turun 3,1% (yoy), serta klaim kesehatan kumpulan yang turun 0,6% (yoy).

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1749041825/investortrust-bucket/images/1749041826197.jpg
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah) bersama Ketua Bidang Permodalan, Investasi & Pajak Investasi AAJI Simon Imanto (kanan) dan Kepala Departemen Komunikasi AAJI Karin Zulkarnaen (kiri) dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari - Maret 2025 yang diselenggarakan oleh AAJI di Jakarta, Rabu (4/6/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. ()
Source:


”Untuk (klaim kesehatan) perorangan, kami membayarkan Rp 3,74 triliun kepada sekitar 90.000 orang. Kemudian untuk klaim kesehatan kumpulan senilai Rp 2,09 triliun yang dibayarkan kepada 1,3 juta orang,” ucapnya. 


Karin menyatakan, meski secara nilai pembayaran klaim terlihat menurun, tetapi dari sisi jumlah pembayaran klaim kepada masing-masing penerima mengalami kenaikan. Di kuartal I 2024, penerima manfaat mendapatkan sekitar Rp 2,23 juta per orang, lalu di tahun ini pembayaran klaim menjadi Rp 4,2 juta per orang. 

 

Baca Juga

BRI Life Luncurkan Platform Digital Terbaru Untuk Penjualan Asuransi Pro Sport


“Jadi naiknya cukup signifikan untuk masing-masing penerima. Artinya, penurunan total kasus klaim itu disebabkan penurunan jumlah penerima dari jumlah kasus, bukan unit cost-nya. Tentunya kami akan terus memantau perkembangan ini secara berkala untuk melihat apakah klaim tersebut bersifat sementara atau menunjukkan pola berkesinambungan,” sambung Karin. 


Sementara itu, hingga Maret 2025, total klaim meninggal dunia mengalami peningkatan 10,3% (yoy) menjadi Rp 2,85 triliun serta klaim lain-lain meningkat 5,7% (yoy) menjadi Rp 1,64 triliun. 

BERITA TERKAIT

  • Bukan karena Lesu, Ini Alasan Klaim Asuransi Jiwa Kuartal I Turun 11%

    04/06/2025, 13.10 WIB
  • Allianz Indonesia Bayarkan Rp5 Triliun Klaim Jiwa dan Kesehatan di 2024, Ungkap 5 Klaim Tertinggi

    12/05/2025, 15.02 WIB
  • Pangsa Unit Link Terhadap Total Premi Asuransi Jiwa Susut Jadi 23% di Kuartal I 2025

    22/05/2025, 12.47 WIB
  • Asuransi Sinar Mas Bayar Klaim Asuransi Properti Rp 78,87 Juta untuk Perbaikan Gedung DPRD Provinsi DIY

    19/05/2025, 03.40 WIB
  • Premi Asuransi Jiwa Naik Capai Rp 47,45 Triliun, Produk Tradisional Unjuk Gigi

    04/06/2025, 12.19 WIB

ARTIKEL POPULER