Di Konferensi IFESDC 2025, KNEKS Dorong Eksositem Kondusif Industri Keuangan Syariah dan Halal
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Indonesia Sutan Emir Hidayat mengatakan industri keuangan syariah dan halal harus membangun ekosistem yang kondusif untuk bisa berkembang dan terintegrasi dengan rantai nilai domestik dan global.
Penjelasan tersebut disampaikan Sutan Emir Hidayat saat menjadi pembicara di Konferensi Ekonomi dan Keuangan Islam Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan (IFESDC) 2025 di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington, Rabu (21/5/2025). Konferensi IFESDC 2025 ini menyoroti upaya global untuk memerangi kemiskinan dan mendorong kesejahteraan bersama melalui prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan Islam.
Baca Juga
Saatnya 'Go Digital', Ekonomi Syariah Wajib Melek AI dan 'Blockchain'
Sutan Emir dalam presentasi berjudul "Policy Approaches to Support Digital Halal Startups" menekankan perlunya ekosistem nasional komprehensif yang memungkinkan usaha digital halal untuk berkembang dan terintegrasi dengan rantai nilai domestik dan global.
“Jika ingin keuangan syariah dan industri halal mendukung dampak pembangunan yang nyata, kita harus membangun ekosistem yang kondusif untuk startup—dari inkubasi dan kerangka regulasi hingga akses pasar,” kata Sutan Emir Hidayat sambil menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pusat halal global.
IFESDC 2025 dengan “Memberantas Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan untuk Pembangunan Berkelanjutan,” ini mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, dan pemimpin industri dari seluruh dunia. Konferensi ini diselenggarakan oleh Ikatan Muslim Indonesia di Amerika (IMAAM) bekerja sama dengan Universitas Tazkia dan Sakinah Finance, serta didukung oleh Direktur Eksekutif Southeast Asia Voting Group (EDS16) dari Grup Bank Dunia.
Baca Juga
Indef Minta Pemerintah Ubah Paradigma dan Bikin Kementerian Ekonomi Syariah, Ini Tujuannya
Selain panel tingkat atas dan pidato utama dari tokoh-tokoh, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Agam Nasaruddin Umar, acara dua hari ini menampilkan lebih dari 20 makalah akademis terpilih, yang memamerkan inovasi di berbagai topik seperti zakat dan wakaf, sukuk hijau, sertifikasi halal untuk UMKM, dan model pembiayaan inklusif.
IFESDC 2025 juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas batas dengan penandatanganan nota kesepahaman antara lembaga dan pengakuan makalah dan poster terbaik selama sesi penutupan.
Konferensi ini mengirimkan pesan yang kuat bahwa ekonomi syariah bukan hanya tentang instrumen keuangan tetapi juga tentang nilai-nilai, inklusivitas, dan membangun ekonomi masa depan yang tidak meninggalkan siapa pun.

