Indonesia Bakal Genjot Kerja Sama Pendidikan dan Riset dengan Dua Negara Ini
JAKARTA, investortrust.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bakal menggenjot kerja sama pendidikan dengan beberapa negara mitra. Dua negara yang terus dijajaki yaitu United Kingdom (UK) dan Australia.
Airlangga menjelaskan, Inggris diharapkan menjadi mitra kerja sama strategis. Dalam pertemuannya dengan Duta Besar UK untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey, tiga sektor yang akan menjadi target kerja sama yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi baru.
Baca Juga
Ketum Kadin Indonesia Bertemu Menko PMK, Bahas Integrasi Pendidikan dan Industri
“Kita kan sedang mengembangkan critical mineral dan R&D (research and development). Jadi, inovasi menjadi kunci, sehingga bidang pendidikan harus kita genjot,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Menurut Airlangga, pengembangan ekonomi digital merupakan salah satu kunci kerja sama di bidang pendidikan dengan negara-negara lain. Tak hanya itu, kerja sama dengan UK juga menyasar pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan.
“Ini semua butuh inovasi, butuh R&D, butuh SDA (sumber daya alam)” ucap dia.
Airlangga mengungkapkan, setelah mengembangkan purwarupa kampus King’s College London di Kawasan Ekonomi Singhasari, Jawa Timur, UK dan Indonesia menjajaki kerja sama pendirian Queen Mary University of London.
Baca Juga
Hardiknas 2025, Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Kebangkitan Bangsa
Dari Australia, kata Menko Perekonomian, terdapat beberapa kampus terbaik yang akan masuk ke Indonesia, yaitu Daekin University.
“Dengan demikian, pemerintah akan terus mendorong SDM karena ke depan kita harus mengombinasikan sumber daya alam dengan SDM,” ujar dia.

