Wamen Stella Ajak Danantara Investasi ke Sektor Riset dan Pendidikan RI
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie blak-blakan mengajak agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk menyasar investasi ke sektor riset dan pendidikan di Indonesia.
Menurut Stella, investasi Danantara terhadap sektor riset dan pendidikan akan sangat berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Mengenang pemikiran Sumtiro Djojohadikusumo yang disebut dengan Sumitronomics, ia menyebut pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas SDM.
"Sangat relevan untuk kita membicarakan mengenai perguruan tinggi, sains dan teknologi kita mengenai apa yang sudah dicatatkan oleh Profesor Sumitro mengenai ekonomi," katanya saat menghadiri Simposium Nasional Sumitronomics di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Guru Besar Tsinghua University itu mengungkap penting bagi Danantara untuk mengalokasikan modal investasi guna mengembangkan inovasi teknologi dan SDM yang berkualitas.
"Mudah-mudahan setelah ini Danantara akan berinvestasi kepada kami Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi karena itu memang satu dari core dari Sumitronomics," ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, Stella mengungkap hasil riset yang ditulis oleh mantan Presiden Massachusetts Institute of Technology (MIT) Leo Rafael Reif. Ia menjelaskan sejak tahun 1930 alumnus dari Stanford University sudah mendirikan lebih dari 40.000 perusahaan dengan mempekerjakan sebanyak 5,4 juta orang. Dari total perusahaan tersebut, bahkan menghasilan pemasukan tahunan hingga US$ 2,7 triliun.
"Jadi Stanford itu adalah (setara) salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia. (Itu) hanya dari satu universitas," tuturnya.
Hal yang sama ia sebut juga dicatatkan oleh kampus MIT. Ia mengatakan alumnus-alumnus MIT telah mendirikan lebih dari 30.000 perusahaan dengan mempekerjakan hingga 4,6 juta orang. Ia menyebut perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh alumnus MIT setidaknya menghasilkan pemasukan tahunan mencapai US% 2 triliun.
"Perguruan tinggi itu sangat berkaitan dengan ekonomi, paling tidak ditunjukkan angka-angka ini," ujarnya.

