Beda dengan Judol yang Merugikan, Tokocrypto Sebut Aset Kripto Punya Banyak Manfaat
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perputaran dana judi online (judol) yang semakin meresahkan, industri aset kripto justru menunjukkan tren positif dan berpotensi menjadi tulang punggung baru ekonomi digital di Indonesia.
CMO Tokocrypto Wan Iqbal menekankan, aset kripto bukan sekadar instrumen spekulasi, tapi telah berkembang menjadi bagian penting dari inovasi keuangan global. Ia membandingkan kripto dengan judol yang merugikan dan tidak produktif.
“Industri kripto memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain sebagai alat investasi, kripto juga membuka lapangan kerja, mendorong literasi keuangan digital, serta berkontribusi langsung pada penerimaan negara lewat pajak,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (9/5/2025).
“Ini berbeda dengan judol yang hanya memindahkan uang tanpa nilai tambah,” sambung Iqbal.
Baca Juga
Tokocrypto Sambut Baik Kajian OJK Terkait ETF Kripto, Apa Alasannya?
Data dari dua lembaga negara menunjukkan kondisi yang mencolok antara aktivitas judol dan industri kripto. Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) mencatat, perputaran dana dari judol pada kuartal I 2025 mencapai Rp 47 triliun.
Meski mengalami penurunan dibanding periode yang sama 2024 yang mencapai Rp 90 triliun, jumlah ini tetap menjadi sorotan esrius karena sifat judol yang ilegal dan merugikan masyarakat secara sosial maupun finansial.
Sebaliknya, industri kripto mencatatkan kinerja positif. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai transaksi aset kripto sepanjang kuartal I 2025 tembus Rp 109,3 triliun. Partisipasi masyarakat juga meningkat, dengan lebih dari 13,7 juta konsumen aktif tercatat hingga Maret 2025.
Di sisi bersamaan, penerimaan negara dari kripto juga terus meningkat. Sejak diberlakukannya pajak aset kripto pada 2022 hingga Maret 2025, total penerimaan pajak telah mencapai Rp 1,2 triliun. Khusus untuk tahun ini saja, pajak kripto yang telah dihimpun sebesar Rp 115,1 miliar.
Menurut Iqbal, kripto menawarkan potensi ekonomi yang sehat, legal, dan berkelanjutan. Aset digital ini sekarang mendefinisikan ulang konsep nilai dan transaksi dalam sistem keuangan modern. “Kita berada pada era di mana teknologi bukan sekadar pelengkap ekonomi, tapi menjadi tulang punggung dari perekonomian itu sendiri,” katanya.
Baca Juga
Tokocrypto dan CARV Siapkan THR Rp 400 Juta untuk Investor, Ini Cara Dapatnya
Dengan penguatan regulasi dan peningkatan literasi masyarakat, Iqbal optimistis kripto mampu mendorong inklusi keuangan yang lebih luas. Aset kripto, lanjut dia, membuka akses terhadap layanan keuangan bagi kelompok unbanked yang selama ini terpinggirkan dari sistem keuangan formal.
“Jika didukung dengan kebijakan yang pro inovasi serta program literasi yang masif, kripto berpotensi menjadi motor utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif, berkeadilan, dan kompetitif,” ucapnya.
Iqbal berharap, dengan dukungan pemerintah dan masyarakat yang semakin melek teknologi, industri kripto dan blockchain bisa terus tumbuh sebagai sektor strategis yang tak hanya menciptakan nilai ekonomi, tapi juga mencerminkan masa depan sistem keuangan nasional.

