Sokong Penerbitan Sukuk, BPKH Ikut Jadi Penggerak Keuangan Syariah
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mengungkapkan komitmen BPKH menjadi motor penggerak di industri keuangan syariah. Hal itu diungkapkannya di acara Islamic Finance News (IFN) Indonesia Dialogues 2025.
Dalam kesempatan itu, Fadlul menyebutkan BPKH siap menjadi motor penggerak industri keuangan syariah dengan berbagai macam cara, seperti salah satunya ikut menyokong penerbitan sukuk, serta juga menyokong ketersediaan produk deposito bagi para deposan di perbankan syariah Indonesia.
"Kami berharap bahwa BPKH bisa menjadi motor penggerak bagi keuangan industri Islam atau syariah di Indonesia dengan berbagai macam bentuk," ucap Fadlul saat ditemui di Muamalat Tower, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2025).
Sekadar informasi, BPKH menghimpun dana dari setoran calon jemaah haji. Dana ini tidak langsung digunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji, melainkan dikelola secara produktif agar nilainya berkembang. Salah satu instrumen penempatan yang dipilih adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk.
Dalam keterangan resminya yang disampaikan ke media April 2025 lalu, Fadlul menyampaikan BPKH telah membukukan laporan keuangan konsolidasi 2024 (unaudited), dengan nilai manfaat dari investasi dan penempatan dana haji mencapai Rp11,63 triliun. Realisasi ini berhasil lampaui dari target dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang sebesar Rp11,51 triliun atau tumbuh 101,02%. Capaian ini merupakan gabungan dari hasil pengelolaan investasi sebesar Rp9,29 triliun dan penempatan dana di bank sebesar Rp2,34 triliun.
Baca Juga
Kepala BPKH Pastikan Dana Haji Aman, Utamakan Transparansi dan Prinsip Syariah
Selain itu, Fadlul juga mengungkapkan bahwa BPKH gencar mengembangkan salah satu anak usahanya di Arab Saudi, yakni BPKH Limited untuk meningkatkan industri halal Indonesia yang ada di Arab Saudi.
Namun Fadlul berharap BPKH Limited dapat juga mengembangkan usahanya ke sektor-sektor lainnya dengan Arab Saudi. Misalnya, terkait pembiayaan bersama antara industri keuangan syariah di Indonesia dengan industri keuangan syariah global.
"Sehingga kita bisa terus dapat memberikan nilai manfaat yang lebih besar lagi secara moneter, secara keuangan maupun dari sisi pelayanan ibadah haji di Indonesia," ungkapnya.
Oleh sebab itu, dengan digelarnya forum ini, Fadlul menyebutkan BPKH akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai sektor keuangan, industri keuangan global, dan mencoba untuk mengembangkan kolaborasi dengan industri-industri lainnya.
"Mudah-mudahan BPKH bisa memberikan kontribusi dan dapat menumbuh kembangkan lebih baik lagi industri keuangan syariah dan industri halal ekosistem di Indonesia," imbuh Fadlul.

