Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.862 per Dolar AS Gegara Alot Negosiasi Tarif Trump
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah dalam penutupan perdagangan hari Senin (28/4/2025) awal pekan. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah melemah 33 poin (0,19%) ke level Rp 16.862 per dolar AS sekaligus melanjutkan tren depresiasi yang sebelumnya berada di posisi Rp 16.829 per dolar AS.
Pada perdagangan pasar spot valas, data Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah bergerak 26 poin (0,15%) ke level Rp 16.850 per dolar AS. Dalam penutupan perdagangan terakhir, kurs rupiah berada di posisi Rp 16.824 per dolar AS, berdasarkan data Yahoo Finance.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan kurs rupiah sepanjang hari ini tidak lepas dari tekanan akibat alotnya negosiasi kebijakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump. Menurutnya pasar telah diguncang oleh sinyal yang saling bertentangan dari Trump dan Beijing mengenai kemajuan apa yang sedang dibuat untuk meredakan perang dagang yang mengancam akan melemahkan pertumbuhan global.
"Dalam komentar terbaru dari Washington, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Minggu tidak mendukung pernyataan Trump bahwa negosiasi dengan China sedang berlangsung. Sebelumnya, Beijing membantah adanya pembicaraan yang sedang berlangsung," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/4/2025).
Di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadap ke Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4/2025). Airlangga melaporkan mengenai perkembangan negosiasi tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
"Saya baru kembali dari AS, saya laporkan hasilnya ke Presiden," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Airlangga diketahui memimpin tim negosiasi Indonesia ke AS. Delegasi Indonesia tersebut telah bertemu dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Menteri Sekretariat Negara AS Marco Rubio, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Dalam laporannya kepada Prabowo, Airlangga mengatakan, Pemerintah AS mengapresiasi proposal yang diajukan Indonesia. Selain komprehensif, Airlangga menyebut proposal Indonesia yang diajukan pada 7 dan April 2025 juga berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara. Indonesia akan beli secara langsung komoditas dari AS dengan nilai lebih dari US$ 19,5 miliar.
"Karena surat kita relatif komprehensif, terkait non-tarif, dan rencana Indonesia menyeimbangkan neraca perdagangan. Kita sebut fair and square. Mereka kan neraca perdagangannya sekitar US$ 19 miliar, kita berikan lebih dari US$ 19,5 miliar. Jual beli langsung 19,5 miliar, tetapi kita ada proyek yang akan dibeli dari AS," paparnya.

