Stoxx 600 Eropa Naik 7 Hari Beruntun, Investor Abaikan Sinyal Resesi dari AS
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa menutup perdagangan Rabu (30/4) dengan penguatan moderat, setelah sempat melemah di sesi awal menyusul rilis data ekonomi AS yang menunjukkan kontraksi. Indeks regional Stoxx 600 menguat 0,46%, memperpanjang reli menjadi tujuh hari berturut-turut.
Baca Juga
Lapkeu Perusahaan Dorong Bursa Eropa, FTSE 100 Catat Rekor 12 Hari
Kinerja saham Eropa dipengaruhi beragam sentimen. Dari sisi makroekonomi, data awal menunjukkan zona euro tumbuh 0,4% pada kuartal I-2025, mengalahkan ekspektasi setelah sebelumnya stagnan di akhir 2024. Namun dari Amerika Serikat, kontraksi ekonomi dan ketidakpastian akibat kebijakan tarif Trump menambah tekanan pasar.
Sektor otomotif tertekan, dengan indeks sektor turun 1,2% setelah hasil kuartalan sejumlah emiten besar, termasuk Volkswagen dan Stellantis, mengecewakan. Stellantis bahkan menangguhkan panduan laba tahunannya, mengutip ketidakpastian arah kebijakan tarif AS sebagai faktor utama. Meskipun Trump telah melonggarkan beberapa bea masuk otomotif, tarif kendaraan impor 25% tetap dipertahankan, sementara tarif atas baja dan aluminium disesuaikan.
Sebaliknya, saham sektor kesehatan menguat 1,3%, dipimpin oleh GSK, AstraZeneca, dan Smith+Nephew yang dalam laporan kinerja kuartalan menyatakan kesiapan mereka menghadapi potensi tekanan tarif. Perusahaan-perusahaan ini menilai dampak kebijakan AS terhadap operasional dan rantai pasok masih dapat ditangani.
Di sektor perbankan, UBS mencatatkan laba bersih kuartalan $1,69 miliar, mengalahkan estimasi analis. Barclays juga membukukan laba dan pendapatan di atas ekspektasi, meskipun CEO-nya memperingatkan potensi perlambatan ekonomi.
Baca Juga
ECB Pangkas Bunga 25 Bps, Peringatkan Prospek Pertumbuhan 'Memburuk' Akibat Perang Dagang
Berbicara kepada CNBC, Gediminas Šimkus dari ECB menyampaikan bahwa tarif AS cenderung bersifat disinflasioner bagi kawasan euro dalam jangka pendek. Ia juga mendukung langkah pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan ECB berikutnya pada Juni, membuka peluang stimulus lanjutan untuk menopang pertumbuhan kawasan.

