OJK: Kredit Investasi Tumbuh Tinggi, Mencapai 15,86%
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja intermediasi perbankan relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga. Kredit investasi tumbuh tinggi, mencapai 15,86%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, pada April 2025, kredit tumbuh sekitar 8,88% year on year (yoy) menjadi 7.960,94 triliun.
"Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 15,86%, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,97%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,62% year on year," ujar Dian dalam acara Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Mei 2025 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Dian menjelaskan, ditinjau dari kepemilikan, Bank BUMN masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu sebesar 8,82% yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12,77%, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,60%.
"Dengan kredit usaha kecil tumbuh tertinggi sebesar 9,48%. Di tengah upaya perbankan fokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM," ungkap Dian.
Baca Juga
Lebih lanjut, Dian menyebut, dana pihak ketiga atau DPK, tercatat tumbuh sebesar 4,55% yoy menjadi 9.047 triliun. Dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 6,02%, 6,05% dan 2,07% yoy.
Kemudian, likuiditas industri perbankan pada April 2025 tetap memadai dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 111,32%, dan 25,23%. Menurut Dian, hal ini masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.
"Adapun liquidity coverage ratio atau LCR berada di level 200,35%," ucap Dian.
Sementa itu, kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,24%, dan NPL net sebesar 0,83%. Loan at risk atau LaR juga relatif stabil, tercatat sebesar 9,92%. Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun rasio LAR menurun dibandingkan posisi April 2024, dan masih di bawah level sebelum pandemi, yaitu sebesar 9,93% pada Desember 2019.
Di sisi lain, Dian membeberkan bahwa ketahanan perbankan juga tetap kuat. Menurut Dian, hal ini tercamin dari permodalan atau CAR yang berada di level tinggi yang sebesar 25,43%.
"Menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global dewasa ini," pungkas Dian.
Baca Juga
Kredit Korporasi Penopang Utama Bank Mandiri, Tumbuh Fantastis 25,5%

