main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. business

Bahlil: Raja Ampat Bukan Hanya Pulau Pariwisata, Bisa Juga untuk Tambang

 

JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di Papua Barat bukan hanya sekedar pulau pariwisata. Namun, ada juga pulau di wilayah tersebut yang diperbolehkan untuk kegiatan pertambangan.

 

Raja Ampat tengah menjadi sorotan masyarakat karena kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan nikel. Bahlil pun tidak memungkiri bahwa Raja Ampat merupakan wilayah pariwisata yang harus dilindungi. 

 

Baca Juga

Tambang Raja Ampat Dihentikan Bahlil, Ini Respons Mengejutkan Gag Nikel

 

Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa pulau-pulau di Raja Ampat memiliki beragam fungsi, sebagian besar sebagai kawasan konservasi dan pariwisata, sebagian lagi tersimpan potensi mineral.

 

“Jadi wilayah Kabupaten Raja Ampat itu banyak hutan konservasi, banyak pulau-pulau untuk pariwisata, tetapi juga ada pulau-pulau yang memang ada pertambangan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1749112097/investortrust-bucket/images/1749112099652.png
Kegiatan pertambangan di Pulau Gag di Kabupaten Kepulauan Raja Ampat. Foto: Greenpeace ()
Source:

 

Bahlil menyatakan bahwa lokasi pertambangan yang beroperasi saat ini tidak berada di destinasi pariwisata di Pulau Piaynemo, melainkan di Pulau Gag. Lokasi tambang nikel tersebut berada kurang lebih 30-40 kilometer (km) dari destinasi wisata.

 

Bahlil menyatakan bakal bertolak ke Sorong dan Pulau Gag dalam waktu dekat untuk meninjau langsung aktivitas pertambangan dan memastikan tidak ada pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun kearifan lokal Papua Barat Daya. 

 

“Apapun hasilnya nanti kami akan sampaikan setelah verifikasi lapangan dilakukan. Lebih cepat, lebih baik,” ujar mantan Menteri Investasi tersebut.

 

Baca Juga

Kisruh Tambang di Raja Ampat Merusak Lingkungan, Bahlil: Produksinya Distop Dulu!

 

Bahlil menyebutkan, saat ini PT Gag Nikel merupakan satu-satunya perusahaan yang berproduksi di wilayah Raja Ampat. Kontrak karya (KK) perusahaan anak usaha PT Aneka Tambang Tbk Tbk (ANTM) atau Antam itu terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

 

“Agar tidak terjadi kesimpangsiuran, maka kami sudah memutuskan lewat Ditjen Minerba ESDM untuk status KK PT Gag yang sekarang mengelola untuk sementara kita hentikan operasinya sampai verifikasi lapangan. Kita akan cek,” tegas Bahlil.

ARTIKEL POPULER

      BERITA TERKAIT

      • Bahlil: Raja Ampat Bukan Hanya Pulau Pariwisata, Bisa Juga untuk Tambang

        05/06/2025, 12.31 WIB
      • Soal Kerusakan Pulau Piaynemo Raja Ampat Akibat Tambang, Bahlil: Hoax 

        10/06/2025, 07.53 WIB
      • Kementerian Pariwisata Lakukan 3 Langkah Strategis Tangani Isu Tambang Nikel di Raja Ampat 

        06/06/2025, 08.32 WIB
      • Bela Bahlil soal Izin Tambang Raja Ampat, Zulhas: Bukan Dia yang Keluarkan

        10/06/2025, 10.35 WIB
      • Saat Turun Langsung ke Pulau Gag Raja Ampat, Bahlil Didesak Warga Lanjutkan Operasional GAG Nikel

        07/06/2025, 09.20 WIB