Indonesia Ajak Perusahaan Jerman Ini untuk Perkuat Tata Kelola AI
SINGAPURA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Jerman, SAP dalam rangka memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional yang etis, aman, dan berdaulat. Langkah ini diambil dalam pertemuan antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dengan Head of Global Government Affairs & Corporate Social Responsibilities SAP Dr. Wolfgang Dierker di sela-sela ATxAI Summit 2025 yang digelar di Singapura.
SAP menyampaikan komitmennya untuk mendukung implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) serta penguatan kebijakan “Satu Data Indonesia” yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2019. Dukungan ini mencakup integrasi perangkat kepatuhan AI, mekanisme regulatory sandbox, serta pengamanan data sesuai standar internasional ISO/IEC.
“Kemitraan seperti ini penting agar transformasi digital Indonesia berlangsung cepat namun tetap selaras dengan prinsip kedaulatan digital dan kepercayaan publik,” kata Nezar dalam siaran pers resmi Minggu (1/6/2025).
SAP juga mengusulkan pendampingan teknis dan kebijakan melalui penempatan country expert atau pakar nasional yang akan bekerja lintas institusi. Pendampingan ini dinilai strategis untuk memperkuat kebijakan berbasis data dan mempercepat penerapan AI di sektor publik secara lebih akuntabel.
Dalam pertemuan tersebut, SAP memaparkan pengalamannya mendukung pemerintah di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Thailand dan Singapura. Model kerja sama berupa nota kesepahaman berbasis riset dan forum publik-swasta disebut efektif membangun tata kelola AI yang kolaboratif dan adaptif terhadap dinamika teknologi global.
Baca Juga
Artificial Intelligence Institute Segera Diluncurkan di Jakarta
Beberapa sektor prioritas yang diusulkan untuk penerapan AI di Indonesia mencakup layanan publik berbasis personalisasi AI, sistem pertanian cerdas, dan digitalisasi UMKM. SAP menilai, pengembangan teknologi di bidang-bidang ini akan memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital sekaligus memperluas inklusi teknologi.
Sebagai tindak lanjut, Kemenkomdigi akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengevaluasi kesiapan teknis dan regulasi. Pemerintah juga mempertimbangkan pembentukan kerangka kerja sama riset yang bersifat multisektoral dan berjangka panjang.
SAP menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta ekspansi global perusahaan. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pengembangan kebijakan dan pemanfaatan AI secara nasional, termasuk dukungan terhadap program pelatihan talenta digital.
ATxAI Summit 2025 sendiri merupakan ajang internasional yang mempertemukan regulator, perusahaan teknologi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas masa depan tata kelola AI yang inklusif dan bertanggung jawab. Kehadiran Indonesia dalam forum ini memperkuat posisi pemerintah dalam diplomasi digital dan pengaruh kebijakan global.
Sekadar informasi, SAP (Systems, Applications & Products in Data Processing) merupakan perusahaan teknologi asal Walldorf, Jerman, yang dikenal sebagai pemimpin global dalam penyediaan solusi perangkat lunak enterprise. SAP melayani lebih dari 100.000 pelanggan dari sektor publik dan swasta di seluruh dunia, termasuk dalam bidang ERP, data analytics, cloud, dan kini AI.

