Rosan Pastikan Konsorsium Hyundai-LG Tambah Produksi Pabrik Sel Baterai Karawang Jadi 20 GWh
KARAWANG, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P Roeslani memastikan konsorsium dua perusahaan Korea Selatan (Korsel), Hyundai dan LG Energy Solution di pabrik sel baterai PT HLI Green Power akan menambah kapasitas produksi menjadi 20 gigawatt hour (GWh) tahun ini.
"Saya tadi ini baru dari Hyundai, HLI Green Industry yang sempat ramai dibilang tidak ada investasi. Investasi sudah selesai kok, malah saya tinjau lagi tadi untuk ekspansi tahap keduanya," kata dia ditemui di pabrik PT Dongsung Chemical Indonesia, Karawang, Rabu (30/4/2025).
Baca Juga
Bahlil Beberkan Kronologis Huayou Gantikan LG Lanjutkan Proyek Baterai EV
Menurut Rosan, kepastian itu sekaligus menjawab polemik yang menyangkut mundurnya rencana investasi LG pada proyek pembangunan ekosistem baterai di Indonesia. Ia menekankan LG masih berkomitmen menambah produksi sel baterai bersama Hyundai yang merupakan join venture (JV) ke-4 dalam Grand Project ekosistem baterai.
Adapun, pabrik sel baterai EV HLI Green Power berlokasi di Karawang dan merupakan satu dari lima fasilitas produksi baterai EV LG Energy Solution di dunia.
Sejak dibangun pertama kali pada 2021, pabrik HLI Green Power di Karawang menyerap investasi Rp 13,5 triliun. Ini merupakan pabrik sel baterai EV pertama dan terbesar di Asia Tenggara dan telah beroperasi sejak Juli 2024.
Pabrik yang berdiri di atas area seluas 319.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas produksi 10 GWh sel baterai dalam setahun dan cukup untuk menenagai 150.000 unit mobil listrik. "Ekspansi tahap kedua ini jumlahnya double dari kapasitas yang sekarang. Kalau yang sekarang itu 10 GWh nanti investasinya adalah 20 GWh," sebut Rosan.
Baca Juga
Ketum Kadin Optimistis Investasi di Sektor EV Tetap Tumbuh Meski LG Hengkang
Rosan menuturkan, ekspansi tahap kedua ini telah dimulai dengan melakukan proses land clearing di area yang sama. Adapun, lahannya lebih besar dari tahap pertama. "Jadi investasinya pun double ya dari yang pertama. Jadi investasinya itu rencanakan kurang lebih US$ 2,1 miliar. Kalau yang di HLE tadi hampir 1.000 orang," ujarnya.
Sebelumnya, Rosan sempat mengatakan bahwa HLI akan menambah investasi senilai US$ 1,7 miliar dalam atau setara Rp 28,5 triliun, lebih tinggi dari investasi tahap pertama senilai US$ 1,1 triliun atau Rp 18,46 triliun. Namun, dia menekankan bahwa tambahan investasi HLI mencapai US$ 2,1 miliar atau setara Rp 34,85 triliun yang akan dimulai tahun ini. "Saya sudah lihat tadi, sudah berjalan, tadi sudah cut and fill lahan," tambahnya.

