LDC Resmikan Pabrik Pemurnian Gliserin di Lampung, Bisa Produksi hingga 55.000 Metrik Ton
JAKARTA, investortrust.id – Louis Dreyfus Company (LDC) telah meresmikan pabrik pemurnian gliserin dan lini pengemasan minyak nabati baru di Lampung. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis LDC di Indonesia yang sejalan dengan rencana strategis perusahaan.
Pabrik gliserin LDC yang baru memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 55.000 metrik ton. Fasilitas ini diproyeksikan dapat membantu memenuhi permintaan global terhadap gliserin murni berkualitas tinggi sesuai standar United States Pharmacopeia (USP) yang terus meningkat.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 200 Miliar, Emiten Hermanto Tanoko akan Bangun Tiga Pabrik AMDK Ini
Keberadaan pabrik ini juga memperkokoh posisi kompetitif LDC sebagai pemasok gliserin untuk industri farmasi, perawatan pribadi, dan kosmetik yang merupakan penyerap pasar terbesar gliserin global yang diperkirakan tumbuh pada 2,5% CAGR dari 2023 hingga 2040.
"Pabrik baru ini memperkuat sinergi operasional kami yang sudah ada, baik di Lampung, maupun secara global di Amerika dan Eropa, untuk memperbesar kapasitas dan memenuhi permintaan pelanggan kami yang terus meningkat terhadap gliserin berkualitas tinggi," ucap Global Head of Food & Feed Solutions and Chief Commercial Officer LDC Group James Zhou, Selasa (27/5/2025).
Di sisi lain, lini pengemasan minyak nabati yang baru memiliki kapasitas tahunan sekitar 64.800 metrik ton. Pabrik ini akan memperkuat sinergi operasional LDC yang sudah ada di Lampung untuk mengoptimalkan peluang pasar ekspor minyak nabati kemasan yang lebih besar.
Selain itu, pabrik tersebut akan mengembangkan peluang pasar domestik sejalan dengan agenda nasional dalam mengembangkan industri hilir kelapa sawit. Dengan lokasi strategis yang dekat dengan pelabuhan ekspor utama, kedua fasilitas pabrik baru ini memperkuat rantai pasok regional dan global LDC.
Baca Juga
Rosan Pastikan Konsorsium Hyundai-LG Tambah Produksi Pabrik Sel Baterai Karawang Jadi 20 GWh
Investasi ini memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan produk olahan bernilai tambah. Hal tersebut sejalan dengan strategi LDC untuk mendiversifikasi pengembangan bisnis melalui integrasi hilir.
"Kedua fasilitas baru ini diperkirakan akan menciptakan 200 lapangan kerja baru pada akhir tahun 2025, serta turut berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan peningkatan keterampilan profesional masyarakat lokal di Lampung," kata LDC Country Head Indonesia Rajat Dutt.

