main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. business

Indeks Kepercayaan Industri Turun ke Level 51,90 usai Trump Umumkan Tarif Impor

 

 

JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2025 turun ke level 51,90, melambat 1,08 poin dibandingkan Maret 2025 di level 52,98.  

 

Penurunan IKI ini terjadi setelah hampir satu bulan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penerapan tarif ke sejumlah negara, termasuk Indonesia yang dikenai tarif impor 32% pada awal April lalu.

 

"IKI April 2025 mencapai 51,90, berarti IKI atau kinerja manufaktur masih pada tahap atau level ekspansif, yakni di atas 50," ucap Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1743907825/investortrust-bucket/images/1743907829192.jpg
 

 

Baca Juga

Tarif Impor Trump Dinilai Ancam Daya Saing Industri Manufaktur Indonesia

 

Menurut Febri, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 20 subsektor yang mengalami ekspansi dan tiga subsektor terkontraksi. Subsektor yang ekspansi memiliki kontribusi 91,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada kuartal IV-2024.

 

"Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang masuk Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 18 dan industri barang galian bukan logam (KBLI 23)," ujar dia.

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1743907736/investortrust-bucket/images/1743907739190.jpg
 

 

Baca Juga

Menperin Klaim Manufaktur Baru Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

 

Adapun tiga subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (KBLI 15), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur),barang anyaman dari bambu, rotan dan seienisnva (KBLI 16), industri kendaraan bermotor, serta trailer dan semi trailer (KBLI 291).

 

"Kalau dari pesanan baru, penurunan IKI ini juga disebabkan penurunan pesanan baru sebesar 4,05 poin, sehingga mengalami kontraksi 49,64 poin," tutur Febri.

BERITA TERKAIT

  • Indeks Kepercayaan Industri Turun ke Level 51,90 usai Trump Umumkan Tarif Impor

    30/04/2025, 10.23 WIB
  • Indeks Kepercayaan Industri Naik ke 52,11

    27/05/2025, 10.01 WIB
  • OJK dan BPS Umumkan Hasil SNLIK 2025, Indeks Literasi dan Inklusi Masyarakat RI Meningkat di Tahun 2025

    02/05/2025, 09.46 WIB
  • Usai Libur Panjang, Kurs Rupiah Menguat meski Indeks Dolar Rebound

    10/06/2025, 02.31 WIB
  • Trump Naikkan Tarif Baja Jadi 50%, Indeks Nikkei Jepang Tertekan

    02/06/2025, 00.12 WIB

ARTIKEL POPULER