Tinggal 4,76% di Februari 2025, Pengangguran Terbuka Indonesia Terendah Sejak 1998
JAKARTA, investortrust.id – Pengangguran terbuka Indonesia pada Februari 2025 sebesar 7,28 juta atau 4,76% dari total angkatan kerja sebanyak 153,05 juta. Angka pangangguran ini terendah sejak 1998. Sedangkan pada Agustus 2020 saat puncak pandemi Covid-19, total pengangguran terbuka mencapai 9,77 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Minggu (25/05/2025), mengatakan, penyerapan tenaga kerja meningkat tajam. Diakui ada PHK dan tambahan angkatan kerja 3,67 juta orang, tapi tenaga kerja yang terserap mencapai 3,59 juta orang atau 97,7%.
Baca Juga
Dukung Pertumbuhan Ekonomi RI 8%, Kadin Dorong Percepatan Realisasi Investasi dari China
Hampir seluruh lapangan usaha mencatat kenaikan penyerapan tenaga kerja. Terbanyak diserap sektor pertanian sekitar 890 ribu, terutama sawit, tanaman minuman, dan karet. Penyerapan tenaga kerja juga melanda sektor perdagangan sekitar 980 ribu, seperti warung makanan, pedagang keliling, dan kaki lima.
Di industri pengolahan, khususnya alas kaki, kerupuk/keripik, dan komponen motor juga ada penyerapan tenaga kerja. Industri alas kaki menjadi industri dengan penyerapan tertinggi selama periode Februari 2024 hingga Februari 2025. “Penyerapan tenaga kerja kali ini termasuk yang terbaik dalam lima tahun terakhir,” kata Adininggar.
Data angkatan kerja yang terbaca di homepage BPS, Minggu (25/05/2025), menunjukkan ada tambahan pengangguran sebesar 83.000 dan tambahan Angkatan kerja sebanyak 3,67 juta, namun pada periode yang sama ada tambahan orang yang bekerja sebanyak 3,59 juta. Angkan ini menunjukkan pasar tenaga kerja Indonesia meningkat menjadi 153,05 juta hingga Februari 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 149,38 juta.





