Leo XIV, Paus asal AS yang Sempat Kritik Trump dan Kecam JD Vance
VATIKAN, Investortrust.id - Paus Leo XIV resmi memulai pemerintahannya pada Minggu (18/5/2025). Sebelum dilantik, Leo pernah mengkritik pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mengecam Vance.
Dilansir AFP, setelah pertama kali menaiki mobil paus di hadapan puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, Leo resmi dilantik sebagai paus ke-267 Gereja Katolik Roma dan raja berdaulat Kota Vatikan dalam sebuah misa di luar ruangan.
Baca Juga
Resmi Bertugas, Paus Leo XIV Ngaku Khawatir Pikul Tanggung Jawab Besar
Sekitar 10 hari setelah Robert Francis Prevost kelahiran Chicago menjadi paus AS pertama dari 1,4 miliar umat Katolik di dunia, ia merayakan misa pelantikannya di Vatikan hari ini.
Leo telah membuat sejarah sebagai paus pertama dari AS. Adapun dalam pelantikan itu, AS diwakili JD Vance, yang berpindah agama menjadi Katolik pada 2019 dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, juga seorang Katolik.
Sebelum menjadi paus, Leo mengunggah ulang di akun pribadinya X yang berisi kritikan pemerintahan Presiden Donald Trump atas pendekatannya terhadap migrasi. Leo juga pernah mengecam Vance. Namun, akun tersebut tidak lagi dapat diakses.
Vance adalah pemimpin dunia terakhir yang bertemu dengan Paus Fransiskus, sehari sebelum tokoh Argentina itu meninggal pada 21 April setelah 12 tahun menjabat sebagai Paus.
Kenaikan Leo memicu antusiasme besar di Amerika Serikat, tetapi di sisi lai ada kekhawatiran bahwa sebuah negara dengan peran politik dan militer sangat besar di dunia, kini memiliki pemimpin spiritual terkemuka.
“Ada beban tambahan karena dia orang Amerika, saya pikir ada banyak perhatian tambahan, dan mungkin kritik,” kata Sophia Tripp, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang berkunjung dari kampung halaman Leo di Chicago.
Baca Juga
Punya Misi Revolusioner! Paus Leo XIV Ingin Hilangkan Kemiskinan dan Perlindungan Alam
Sementara dalam misa pelantikan itu, hadir Presiden Peru Dina Boluarte, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Israel Isaac Herzog, Gustavo Petro dari Kolombia dan sejumlah bangsawan Eropa.
Pihak berwenang Italia mengerahkan ribuan petugas keamanan untuk acara tersebut, di samping penembak jitu di atap gedung dan operasi anti-drone.
Leo XIV terpilih sebagai paus ke-267 pada 8 Mei setelah pemungutan suara konklaf para kardinal yang berlangsung kurang dari 24 jam.

