main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. international

Wall Street Melesat, Dua Faktor Ini Jadi Pendorong

 

NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik tajam pada penutupan Jumat waktu setempat atau Sabtu (3/5/2025) WIB. Wall Street menguat setelah pasar mencerna laporan payroll non-pertanian bulan April yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, investor optimistis setelah China menyatakan tengah mengevaluasi kemungkinan memulai negosiasi dagang dengan AS. 

 

Laporan pekerjaan AS meredakan kekhawatiran resesi dan mendorong indeks S&P 500 mencetak rangkaian kenaikan terpanjang dalam lebih dari dua dekade. S&P 500 naik 1,47% dan ditutup pada 5.686,67, menandai hari kenaikan kesembilan berturut-turut bagi indeks pasar luas tersebut, sekaligus rekor kemenangan terpanjang sejak November 2004. 

 

Dow Jones Industrial Average melonjak 564,47 poin atau 1,39% menjadi 41.317,43. Sedangkan, Nasdaq Composite menguat 1,51% dan berakhir di level 17.977,73.

 

Baca Juga

Microsoft dan Meta Pulihkan Sentimen AI, Dorong Penguatan Wall Street

 

Dengan lonjakan hari Jumat, S&P 500 kini telah sepenuhnya memulihkan kerugian sejak 2 April, ketika Presiden Donald Trump mengumumkan tarif “resiprokal”-nya. Ini terjadi sehari setelah Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencapai pemulihan yang sama.

 

 

Harapan Pasar

 

Jumlah payroll bertambah 177.000 pada April, di atas perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebanyak 133.000. Meskipun angka ini turun tajam dari penambahan 228.000 pada Maret, hasilnya tetap jauh lebih baik dari yang dikhawatirkan setelah meningkatnya kekhawatiran resesi bulan lalu. Tingkat pengangguran tercatat di 4,2%, sesuai dengan ekspektasi.

 

“Pasar menarik napas lega setelah data pekerjaan keluar lebih baik dari perkiraan. Meskipun kekhawatiran resesi masih membayangi, dinamika buy-the-dip bisa terus berlangsung, setidaknya sampai jeda tarif berakhir,” beber Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management, seperti dikutip CNBC.

 

Sebelum laporan pekerjaan yang kuat dirilis, investor sudah dalam suasana optimistis setelah China menyatakan tengah mengevaluasi kemungkinan memulai negosiasi dagang dengan AS. Namun, otoritas China menegaskan kembali bahwa AS seharusnya mencabut seluruh tarif sepihak. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan bahwa “jika AS ingin berbicara, maka harus menunjukkan itikad baik dan siap memperbaiki kebijakan yang keliru serta membatalkan tarif sepihak.” Kemudian pada hari yang sama, sebuah laporan dari The Wall Street Journal mengindikasikan bahwa Beijing terbuka terhadap pembicaraan dagang.

 

Wall Street juga mencermati laporan keuangan dari dua anggota “Magnificent Seven”. Saham Apple turun 3,7% setelah pendapatan kuartal fiskal kedua dari divisi layanan tidak mencapai estimasi analis. Selain itu, pembuat iPhone tersebut menyatakan bahwa mereka memperkirakan akan menanggung tambahan biaya sebesar USD 900 juta pada kuartal berjalan akibat tarif. Sementara itu, saham Amazon sedikit lebih rendah setelah perusahaan memberikan proyeksi yang lemah, dengan menyebut “tarif dan kebijakan dagang” sebagai faktor penyebab.

 

“Kita sudah melihat bagaimana pasar keuangan bereaksi jika pemerintah melanjutkan rencana tarif awalnya, jadi kecuali mereka mengambil pendekatan berbeda pada Juli saat masa jeda 90 hari berakhir, kita kemungkinan akan melihat reaksi pasar yang serupa dengan awal April,” tambah Zaccarelli.

 

Pasar saham telah mencatat pemulihan luar biasa sejak Trump bulan lalu mengumumkan bahwa ia akan menurunkan sementara tarif baru bagi sebagian besar negara menjadi 10% selama 90 hari. Pasar semakin menguat belakangan ini, seiring keluarnya laporan laba yang solid. Hal itu turut mendorong rangkaian kenaikan S&P 500.

 

Ketiga indeks utama mencatatkan minggu positif kedua berturut-turut. S&P 500 naik 2,9%, kini berada lebih dari 7% di bawah level tertingginya pada Februari, setelah sebelumnya sempat turun hampir 20%. Dow mencatat kenaikan mingguan 3%, sementara Nasdaq bertambah 3,4%.

ARTIKEL POPULER

  • Sanurhasta Mitra (MINA) Membantah, Pengendali telah Berganti sejak Februari 2025
  • Kopi Jojie

    BERITA TERKAIT

    • Wall Street Melesat, Dua Faktor Ini Jadi Pendorong

      02/05/2025, 21.18 WIB
    • IHSG Sesi I Melesat 30 Poin, Saham Emiten Prajogo Jadi Pendorong

      20/05/2025, 05.07 WIB
    • Saham Teknologi Dongkrak Wall Street, Dow Melesat di Atas 200 Poin

      03/06/2025, 20.59 WIB
    • Antusiasme Dorong Wall Street Pasca-kesepakatan Dagang AS-Inggris, Dow dan Nasdaq Melesat

      08/05/2025, 20.21 WIB
    • Wall Street Melesat Setelah Trump Tunda Tarif 50% Uni Eropa, Dow Terbang di Atas 700 Poin

      27/05/2025, 20.23 WIB