Nilai Ekspor Timah RI Rata-Rata Tumbuh 1,65% dalam 5 Tahun, Negara Ini Pembeli Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan ekspor timah murni batangan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 1,65% per tahun sepanjang lima tahun atau periode 2020-2024.
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen) Kementerian Perdagangan Isy Karim menyampaikan, nilai ekspor tertinggi terjadi pada 2021 mencapai US$ 2,43 miliar. Namun, pada 2024 nilai ekspor timah anjlok 19,96% menjadi US$ 1,42 miliar, dibandingkan tahun 2023 sebesar US$ 1,77 miliar.
Baca Juga
Bukan Cuma Eksportir, Indonesia Mesti Jadi Penentu Harga Timah Dunia
“Sedangkan nilai ekspor periode Januari sampai dengan Maret 2025 meningkat signifikan sebesar 237,85%, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya hanya US$ 0,35 miliar,” kata Isy Karim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (19/5/2025).
Sebaliknya dari sisi volume, dia menyebutkan, ekspor timah murni batangan selama lima tahun terakhir turun dengan rata-rata -7,85% per tahun. Volume ekspor tertinggi terjadi di 2022 sebesar 77.480 ribu ton. “Volume ekspor (2024) mencapai 45.420 ton atau turun 33,62% dari 2023 (68.430 ton),” ungkap dia.
Baca Juga
Kontribusi RI pada Pasokan Timah Global Mengkerut di 2024, Jadi Berapa?
Dia melanjutkan, China tercatat sebagai negara tujuan ekspor utama timah murni batangan Indonesia. Pada 2023, Negeri Tirai Bambu mengimpor hingga US$ 641,81 juta. Sedangkan tahun 2024 turun menjadi US$ 416,99 juta. Meski angkanya turun, namun itu tetap yang terbesar, dibandingkan negara lainnya.
“Periode Januari hingga Maret 2025, ekspor ke China mencapai US$ 113,27 juta dengan volume 3.660 ton. Nilai ekspor ini meningkat lebih dari 16.000% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya,” beber Isy Karim.

