main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. business

Kontribusi RI pada Pasokan Timah Global Mengkerut di 2024, Jadi Berapa? 

 

JAKARTA, Investortrust.id -  Holding BUMN industri pertambangan MIND ID mengungkapkan, produksi timah Indonesia pada 2024 menurun, yang mengakibatkan kontribusi Indonesia terhadap pasokan timah global ikut terkikis.

 

Berdasarkan data ekspor yang disampaikan Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (14/5/2025), pada 2023 Indonesia mampu mencatatkan produksi timah sebesar 65.000 ton, yang berkontribusi sebesar 17,5%  terhadap total pasokan timah dunia. Namun pada tahun lalu porsinya mengkerut  menjadi hanya sekitar 12%.

 

Namun, Maroef mengatakan, terjadi penurunan drastis pada 2024 di mana produksi timah Indonesia menyusut menjadi hanya 45.000 ton. Akibatnya, kontribusi Indonesia terhadap pasokan timah global ikut merosot menjadi hanya sekitar 12%.

 

“Menurunnya pasokan timah dari Indonesia juga mengakibatkan kenaikan harga timah dunia dari harga rata-rata 26.583 dolar AS per ton pada 2023 dan menjadi rata-rata 31.164 dolar AS per ton pada 2024,” kata Maroef dikutip Antara.

 

“Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global,” kata dia menambahkan.

 

Baca Juga

Kolonel Inf TNI Restu Jadi Dirut PT Timah, Yuslih Ihza Mahendra Komisaris 

 

Maroef menyebut Indonesia saat ini menjadi salah satu dari tiga negara produsen timah terbesar dunia bersama China dan Peru. Saat ini komoditas timah belum dapat digantikan oleh komoditas lainnya sehingga permintaannya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

Oleh karena itu, Maroef mendorong perlu adanya peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dengan China dan Peru untuk menjaga stabilitas pasar timah global.

 

Dengan demikian, Indonesia dapat kembali meningkatkan produksinya dan mempertahankan perannya sebagai pemain penting dalam rantai pasok timah dunia.

 

 

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk mencakup 288.638 hektare wilayah darat dan 184.672 hektare wilayah laut, atau total sekitar 600 ribu hektare.

 

Namun, Maroef mengatakan, kontribusi produksi justru didominasi oleh perusahaan swasta. Saat ini, produksi dari perusahaan swasta mencapai 75 persen dari total produksi timah nasional, sementara PT Timah hanya menyumbang 25%.

 

Ia berharap pemerintah Indonesia dapat segera merumuskan regulasi yang efektif dan memperbaiki tata kelola pertambangan timah agar produksi nasional dapat kembali meningkat dan memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian negara serta stabilitas harga timah dunia.

ARTIKEL POPULER

      BERITA TERKAIT

      • Kontribusi RI pada Pasokan Timah Global Mengkerut di 2024, Jadi Berapa? 

        14/05/2025, 08.31 WIB
      • Prudential Syariah Catat Kenaikan Kontribusi 4,24% Jadi Rp 3,38 Triliun di 2024

        08/05/2025, 11.10 WIB
      • Kontribusi Industri Pengolahan Nonmigas 17,5% pada Kuartal I-2025, Pemerintah Pacu Hilirisasi dan TKDN

        05/05/2025, 13.00 WIB
      • Pemerintah Bakal Bangun Sekolah Rakyat Sekelas “Boarding School”, Berapa Anggarannya?

        07/05/2025, 09.22 WIB
      • Laba Pertamina Dipoyeksi Rp 50 Triliun, Simak Rahasia Kesuksesan dan Kontribusi ke Negara

        24/05/2025, 02.31 WIB