Jensen Huang Peringatkan Kongres AS soal Ancaman Dominasi Cip AI Huawei, Ubah Peta Persaingan Global?
WASHINGTON, investortrust.id - CEO Nvidia Jensen Huang membahas ancaman meningkatnya kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Huawei dalam pertemuan tertutup dengan anggota Kongres Amerika Serikat (AS). Pertemuan itu berlangsung bersama Komite Urusan Luar Negeri DPT AS, Kamis (1/5/2025) waktu setempat.
Sumber staf senior komite menyebut, diskusi mencakup cip AI milik Huawei dan dampak pembatasan ekspor cip Nvidia ke China. Langkah ini dinilai bisa membuat cip buatan Huawei semakin kompetitif di pasar global.
Baca Juga
Bos Nvidia Lobi Jepang Tambah Pasokan Listrik untuk Kebutuhan AI
Dilansir dari Reuters, Jumat (2/4/2025), salah satu kekhawatiran utama adalah model AI open-source, seperti DeepSeek R1 dilatih menggunakan cip Huawei. Hal itu bisa memicu permintaan global terhadap cip Huawei yang saat ini tengah berkembang pesat.
Nvidia menilai, jika model AI unggulan dunia mulai dioptimalkan untuk cip Huawei, maka dominasi cip AS bisa terancam. Hal ini bisa memengaruhi posisi strategis Amerika dalam industri AI global.
Dalam pernyataan resminya, juru bicara Nvidia John Rizzo mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas pentingnya AI sebagai infrastruktur nasional. Jensen Huang menegaskan, dukungan penuh Nvidia terhadap upaya Pemerintah AS dalam menjaga keunggulan teknologi Negeri Paman Sam.
Cip Nvidia merupakan komponen penting dalam pengembangan chatbot, generator gambar, dan sistem AI lainnya. Namun, sejak era pemerintahan Donald Trump, cip Nvidia telah dikenai kontrol ekspor ke China.
Sebagai respons, Nvidia mendesain cip versi khusus untuk pasar China agar tetap mematuhi aturan yang terus berubah. Salah satunya adalah cip H20 yang belum lama ini dilarang untuk dijual ke China oleh Pemerintah AS.
Padahal, cip H20 mendapat banyak pesanan dari pelanggan China karena cocok untuk model AI murah, seperti DeepSeek. Larangan ini membuat celah yang segera diisi oleh Huawei.
Baca Juga
Huawei kini bersiap mengirim cip AI dalam jumlah besar untuk menyaingi cip Nvidia di pasar domestik. Langkah ini memperlihatkan upaya Huawei dalam memperkuat dominasi AI di tengah tekanan teknologi dari AS.
Di sisi lain, situasi ini seolah menunjukkan bagaimana persaingan cip AI kini menjadi bagian dari kompetisi geopolitik antara AS dan China. Sejumlah keputusan strategis dari perusahaan, seperti Nvidia dan Huawei diprediksi bisa menentukan arah perkembangan teknologi global ke depan. (C-13)

