Menkop Budi Arie Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV
VATICAN, Investortrust - Selain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden Prabowo Subianto juga mengutus Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV yang berlangsung pada Minggu (18/05/2025) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Acara ini dihadiri para pemimpin dunia dan delegasi dari 150 negara serta sekitar 200.000 umat.
Ketika Paus Fransiskus wafat, April 2025, Presiden Prabowo mengirim delegasi yang dipimpin Presiden Indonesia ke-7 Jokowi Widodo. Wafat, Senin (w21/04/2025), Paus Fransiskus dimakamkan, Sabtu (26/04/2025) di Basilika Santa Maria Maggiore, Vatikan. Kehadiran delegasi Indonesia mencerminkan kuatnya perhatian bangsa Indonesia dalam membangun dialog antarbangsa, antariman, dan antarperadaban selain memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.
“Saya juga diutus Presiden untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV,” kata Menkop, Senin (19/05/2025). Ikut juga dalam delegasi Indonesia adalah Komisaris Utama ASABRI yang juga Deputi Investasi dan Promosi BP Batam Fary Djemi Francis.
Baca Juga
Prabowo Utus Menkop Budi Arie Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan
Paus Leo XIV terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma, Kamis (08/05/2025) setelah dua hari konklaf yang berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan. Sebelum terpilih menjadi paus, ia adalah Kardinal Robert Francis Prevost, warga negara AS kelahiran Chicago. Anggota Ordo Santo Agustinus ini juga memiliki paspor Peru dan pernah menjadi Uskup Chiclayo di Peru.
Pelantikan Paus Leo XIV, kata Budi Arie, bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan panggilan moral untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan keadilan sosial. Gerakan koperasi memiliki keselarasan nilai yang mendalam dengan ajaran sosial keagamaan, terutama dalam memperjuangkan martabat manusia dan mewujudkan ekonomi yang berkeadilan.
Pemimpin dunia yang menghadiri pelantikan Paus, antara lain, Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Presiden Ukraine Volodymyr Zelenskyy dan Ibu Negara Olena Zelenska, Presiden Peru Dina Boluarte, PM Australia Anthony Albanese, PM Kanada Mark Carney, PM Prancis François Bayrou, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Italia Sergio Mattarella dan PM Giorgia Meloni, Presiden Irlandia Michael D. Higgins, Presiden Israel Isaac Herzog, Presiden Nigeria Bola Tinubu, dan Presiden Polandia Andrzej Duda.
Vatikan atau Tahta Suci (Holy See) bukan anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejak 6 April 1964, Tahta Suci memiliki status sebagai negara pengamat tetap (Permanent Observer State) di PBB. Sebagai pengamat tetap, Tahta Suci, antara lain, memiliki hak untuk menghadiri semua sesi Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan, dan Dewan Ekonomi dan Sosial. Vatikan juga menyampaikan pernyataan resmi dan berpartisipasi dalam diskusi, mengajukan usulan dan dokumen kebijakan, serta mengamati dan berkontribusi dalam negosiasi perjanjian internasional.
Dalam khotbahnya, Paus Leo XIV mengimbau seluruh umat manusia untuk bersatu, saling mengasihi, dan terus berusaha mewujudkan dan menjaga perdamaian. Ia menyerukan diakhirinya kekerasan dan eksploitasi, serta mengajak umat untuk membangun Gereja yang bersatu dan penuh belas kasih. Paus juga menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi di Ukraina dan Gaza, serta menyoroti pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap kaum miskin dan terpinggirkan.

