PII Perkuat Ekosistem Pembiayaan Kreatif, Hadir di Creative Infrastructure Financing
JAKARTA, Investortrust.id – Sesuai dengan perannya untuk mendukung penyediaan infrastruktur berkelanjutan, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII ikut serta dalam kegiatan Creative Infrastructure Financing(CreatiFF), suatu acara forum diskusi dan ekshibisi tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI) yang diselenggarakan sejak 2022.
Adapun acara Creatiff tahun ini mengusung tema “Menjawab Tantangan Pembiayaan Kreatif diTengah Optimalisasi Anggaran" dan digelar di Jakarta pada Selasa, (3/6/2025).
Dalam melaksanakan tugasnya, Menteri PU Dody Hanggodo mendorong seluruh jajaran Kementerian PU khususnya DJPI, untuk terus mengkaji dan mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif, baik KPBU, blended finance, sekuritisasi aset, dan skema-skema lainnya yang potensial.
"Kita perlu membangun ekosistem pembiayaan infrastruktur yang inklusif, kondusif, transparan, dan akuntabel untuk menarik minat investasi swasta, baik domestik maupun internasional, serta stakeholders terkait lainnya untuk bergandengan tangan bersama membangun infrastruktur melalui kolaborasi pembiayaan," kata Dody dalam siaran pers yang diterima Rabu (4/6/2025).
Kementerian PU melalui DJPI secara proaktif terus mengembangkan skema pembiayaan alternatif, salah satunya dengan mendorong skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Baca Juga
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Raih Penghargaan dalam Kategori Transparansi Emisi
"Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan peran swasta pada pembangunan infrastruktur. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan penyediaan infrastruktur periode 2020-2024 sebesar Rp2.058 triliun, implementasi proyek skema KPBU dan penugasan telah mampu berkontribusi sebesar 21,4% atau Rp440,4 triliun," jelas Menteri Dody.
Selanjutnya, kebutuhan investasi infrastruktur periode RPJMN 2025-2029 diproyeksikan mencapai Rp1.905,3 triliun. Dengan keterbatasan kapasitas APBN dan APBD, diperkirakan masih terdapat funding gap sebesar Rp753,11 triliun.
Oleh karena itu, selain KPBU, perlu terus dikembangkan skema inovatif lainnya untuk menutup funding gap tersebut.
Direktur Bisnis PT PII Andre Permana yang hadir mendampingi Menteri PU saat melakukan kunjungan ke booth PT PII di acara tersebut menyampaikan bahwa sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, PT PII berkomitmen untuk terus menjadi penggerak ekosistem pembiayaan kreatif dalam pembangunan infrastruktur sesuai dengan mandatnya dalam memberikan penjaminan pemerintah atas risiko infrastruktur dalam pelaksanaan proyek KPBU.
“Dengan adanya penjaminan infrastruktur dari PT PII, diharapkan kepastian dan kenyamanan bagi PJPK dan investor akan meningkat sehingga ke depan minat untuk partisipasi pihak swasta seperti lembaga keuangan dan investor semakin tinggi,” katanya.
Dalam acara tersebut, PT PII berpartisipasi sebagai salah satu peserta pameran yang menampilkan informasi dan showcase proyek KPBU di Kementerian PU yang diberikan dukungan penjaminan. Selain itu, disajikan juga beberapa bentuk dukungan dan output dari IIGF Institute, suatu unit think tank PT PII yang berfokus pada pengembangan riset, outreach dan capacity building skema pembiayaan kreatif, termasuk KPBU.
Andre menambahkan bahwa melalui IIGF Institute, PT PII juga menyediakan program sertifikasi KPBU/PPP berstandar global melalui CP3P (Certified PPP Professional) sejak tahun 2018 dan telah memfasilitasi terbentuknya suatu komunitas pembiayaan inovatif pada tahun 2023 lalu.
“Di tengah keterbatasan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, bersama stakeholders terkait, kami akan terus mendorong berbagai inovasi dalam mendorong ekosistem pembiayaan infrastruktur untuk menarik minat investasi swasta, serta berkolaborasi dengan berbagai mitra dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Andre.

