main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. business

Harga Emas Antam Turun Rp 63.000 dalam 3 Hari, Simak Penyebab dan Prediksinya

 

JAKARTA, investortrust.id - Harga emas Antam hari ini Sabtu (3/5/2025) yang dipantau dari laman Logam Mulia mencapai Rp 1,902 juta atau turun Rp 10.000 dari Jumat (2/4/2025) Rp 1,912 juta per gram karena meredanya tensi perdagangan global dan laporan ketenagakerjaan di atas ekspektasi.

 

Dengan demikian dalam 3 hari terakhir, harga emas turun Rp 63.000.


Adapun rekor tertinggi harga emas Antam (ANTM) sepanjang masa (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,016 juta per gram yang dicetak pada 22 April 2025. 

 

Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 1,751 juta atau turun Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 1,761 juta.

 

Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas global yang menguat pada Jumat (2/5/2025) waktu AS, memulihkan sebagian beban yang menekan logam mulia tersebut ke level terendah 2 pekan pada hari sebelumnya.

 

Baca Juga

Harga Emas Dibanting ke Level Terendah dalam 2 Pekan

 

Harga emas di pasar spot naik 0,5% ke level US$ 3.255,01 per ons, setelah menyentuh titik terendah sejak 14 April di hari sebelumnya. Sepekan ini, harga emas tercatat turun 2,1%, menjauh dari rekor tertinggi US$ 3.500,05 pada 22 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas di bursa AS ditutup naik 1,3% ke US$ 3.262,10 per ons.

 

Kementerian Perdagangan China mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah beberapa kali menyampaikan niat kembali membuka pembicaraan terkait tarif. Beijing masih membuka pintu untuk negosiasi.

 

Baca Juga

China Buka Peluang Dialog Dagang dengan AS, Pasar Asia Menguat

 

Dari sisi data, laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 177.000 pada April, di atas konsensus pasar yang memperkirakan 130.000 pekerjaan. Meski demikian, data Maret direvisi turun menjadi 185.000 dari sebelumnya.

 

Baca Juga

Lapangan Kerja AS April Tumbuh Kuat, Trump Kembali ‘Senggol’ The Fed

 

Analis melihat laporan ini belum sepenuhnya mencerminkan dampak kebijakan tarif AS yang fluktuatif, dan bersifat retrospektif. Namun, hasil tersebut cukup untuk membuat pasar kembali meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

 

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turut menguat sebagai reaksi atas data tenaga kerja yang solid. Lonjakan imbal hasil ini ikut menekan minat terhadap emas, yang tidak memberikan imbal hasil, dalam konteks lingkungan suku bunga yang tetap tinggi.

 

Ketika dunia dihadapkan stagflasi, yakni tekanan inflasi yang tak kunjung reda dan tanda-tanda perlambatan ekonomi, maka emas bisa menjadi pilihan. Dengan harga emas dunia saat ini berada di sekitar US$ 3.253 per troy ons, muncul pertanyaan menari, apakah emas bisa menembus US$ 5.000 per ons di tahun ini?.

 

 

https://cloudinary-a.akamaihd.net/dzvyafhg1/image/upload/v1745981397/investortrust-bucket/images/1745981399837.webp
Ilustrasi emas. (CNBC)
Source: CNBC

 

 

Kondisi stagflasi, yang ditandai dengan inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi stagnan, dan meningkatnya pengangguran, bukanlah fenomena baru. Pada era 1970-an, dunia menyaksikan lonjakan harga emas yang luar biasa, dari sekitar US$ 35 per ons di awal dekade menjadi US$ 850 per ons pada 1980. Lonjakan tersebut terjadi tepat saat Amerika Serikat mengalami inflasi dua digit, pertumbuhan PDB yang lesu, dan ketidakpastian geopolitik.

 

Berikut tiga alasan utama mengapa emas berpotensi melesat di tengah risiko stagflasi:

  1. Lindung nilai terhadap Inflasi
    Emas tidak bisa dicetak. Ketika bank sentral menggelontorkan likuiditas dan nilai mata uang fiat tergerus oleh inflasi, emas menjadi pilihan utama untuk menjaga daya beli.

  2. Safe Haven saat resesi dan krisis geopolitik
    Dalam kondisi ekonomi melemah atau krisis geopolitik, investor cenderung mengalihkan portofolio dari aset berisiko ke aset aman seperti emas.

  3. Suku bunga riil yang rendah atau negatif
    Saat suku bunga nominal kalah cepat dari inflasi, imbal hasil riil menjadi negatif. Ini menjadikan emas, meski tanpa bunga, lebih menarik dibandingkan obligasi atau deposito.

  

Berikut harga emas Antam hari ini:

- Emas 0,5 gram: Rp 1,001.500
- Emas 1 gram: Rp 1.902.000
- Emas 2 gram: Rp 3.744.000
- Emas 3 gram: Rp 5.591.000
- Emas 5 gram: Rp 9.285.000
- Emas 10 gram: Rp 18.515.000
- Emas 25 gram: Rp 46.162.000
- Emas 50 gram: Rp 92.245.000
- Emas 100 gram: Rp 184.412.000
- Emas 250 gram: Rp 460.765.000
- Emas 500 gram: Rp 921.320.000
- Emas 1.000 gram: Rp 1.842.600.000

BERITA TERKAIT

  • Harga Emas Antam Turun Rp 63.000 dalam 3 Hari, Simak Penyebab dan Prediksinya

    03/05/2025, 03.24 WIB
  • Emas Antam Turun Imbas The Fed dan Dolar AS, Simak Perincian Harganya

    08/05/2025, 02.41 WIB
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun karena Dolar Menguat dan Perang Dagang Mereda

    13/05/2025, 03.27 WIB
  • Emas Antam Naik Lagi, Simak Harga Terkini Jelang Rapat The Fed

    19/05/2025, 04.20 WIB
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Imbas Dolar, Saatnya Beli? Ini Analisisnya

    31/05/2025, 04.11 WIB

ARTIKEL POPULER

  • Sanurhasta Mitra (MINA) Membantah, Pengendali telah Berganti sejak Februari 2025
  • Kopi Jojie