Saham Vale (INCO) Mendadak Melesat, Setinggi Apa Target Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendadak melesat pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/5/2025). Bahkan, saham ini sempat melesat ke level tertinggi terhitung sejak 30 Januari 2025.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI hari ini, saham INCO melesat sebanyak Rp 320 (10,92%) menjadi Rp 3.250 hingga pukul 14.00. Bahkan, saham INCO sempat menembus level tertinggi intraday hari ini Rp 3.325.
Dengan level Rp 3.250, harga saham INCO telah melesat sebanyak 76,63% dari level terendahnya Rp 1.840 pada 9 April hingga perdagangan hari ini di kisaran harga Rp 3.250. Penguatan harga tersebut juga berbanding terbalik dengan performa keuangan sepanjang kuartal I-2025 yang mencatatkan penurunan.
Baca Juga
Vale (INCO) Bagi Dividen US$ 34,65 Juta meski Laba Bersih 2024 Merosot 78,94%
Pendapatan INCO turun dari US$ 229,93 juta pada kuartal I-2024 menjadi US$ 206,52 juta hingga kuartal I-2025. Sebaliknya laba periode berjalan melesat dari US$ 6,19 juta menjadi US$ 21,79 juta. Kenaikan pesat tersebut ditopang laba bersih dari entitas asosiasi US$ 16,57 juta, dibandingkan rugi bersih dari entitas asosiasi US$ 12,88 juta periode sama tahun lalu.
Meski harga saham INCO melesat lebih dari 10% hari ini, potensi penguatan harga saham masih tetap terbuka ke depan. Hal ini didasarkan analisa dua sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham INCO dengan target harga Rp 3.300. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang peningkatan kinerja tahun ini, meski angkanya belum bisa menyamain realisasi tahun 2024.
Rekomendasi saham INCO juga diberikan tim riset Pintraco Sekuritas. Sekuritas ini merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.560 terhadap saham INCO. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 32,67 kali dengan PBV skeitar 0,82 kali.
Baca Juga
Vale Indonesia (INCO) Garap 3 Proyek Hilirisasi Nikel, Nilai Investasi US$ 8,5 Miliar
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih INCO menjadi U$S 71 juta tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 58 juta. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat dari US$ 969 juta, dibandingkan tahun 2024 sebanyak US$ 950 juta.
RUPS INCO sebelumnya telah menetapkan dividen tahun buku 2024 sebesar US$ 34,65 juta atau setara 60% dari laba bersih tahun lalu yang senilai total US$ 57,76 juta.
Direktur Keuangan Vale Indonesia Rizky Andhika Putra menjelaskan, kesanggupan perseroan untuk membagi dividen berdasarkan kebijakan berlaku, bergantung pada jumlah kas yang tersedia, bukan hanya berdasarkan laba bersih.

