main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. international

Laba Perusahaan AS Turun Tajam, Sinyal Perlambatan Ekonomi

 

WASHINGTON, investortrust.id – Laba korporasi Amerika Serikat merosot. Laporan pendapatan menunjukkan penurunan laba perusahaan terbesar sejak tahun 2020.

 

Laporan BEA (Bureau of Economic Analysis) menunjukkan bahwa laba dari produksi saat ini, dengan penyesuaian inventaris dan depresiasi, turun sebesar 118,1 miliar dolar AS pada kuartal pertama, suatu penurunan kuartalan terbesar sejak akhir 2020. Sebagai pembanding, laba melonjak 204,7 miliar dolar pada kuartal sebelumnya.

 

Baca Juga

Kontraksi Ekonomi AS, Trump Salahkan Biden

 

Laba perusahaan domestik non-keuangan anjlok 96,7 miliar dolar. Sejumlah perusahaan besar di sektor maskapai, ritel, hingga manufaktur otomotif kini memilih tidak memberikan proyeksi keuangan untuk 2025 karena ketidakpastian terkait kebijakan tarif.

 

Penyesuaian strategi impor juga mendorong defisit perdagangan ke rekor tertinggi, yang turut menekan PDB kuartal pertama ke minus 0,2% dalam estimasi kedua BEA. Sebelumnya, pertumbuhan sempat diperkirakan minus 0,3%. Sebagai perbandingan, ekonomi AS tumbuh 2,4% pada kuartal IV 2024.

 

Pertumbuhan konsumsi juga direvisi turun menjadi hanya 1,2% dari sebelumnya 1,8%, mengindikasikan bahwa daya beli rumah tangga tidak setangguh prediksi awal. Sementara itu, indikator lain seperti gross domestic income dan gross domestic output juga mencatat kontraksi 0,2% pada kuartal pertama.

 

“PDB kemungkinan akan kembali menyusut pada kuartal kedua atau setidaknya tetap lemah, tapi kami memperkirakan ekonomi belum akan masuk ke zona resesi,” ujar Bill Adams, Kepala Ekonom di Comerica Bank, dikutip dari Reuters, Jumat (30/5/2025).

 

Baca Juga

Ekonomi AS Kuartal I-2025 Susut 0,3%, Ketidakpastian Tarif Trump Bayangi Aktivitas Bisnis


Di tengah data ekonomi yang melemah, imbal hasil obligasi AS turun, sementara indeks saham di Wall Street justru menguat, mencerminkan ekspektasi investor atas potensi pelonggaran moneter. Nilai tukar dolar sempat menguat singkat sebelum akhirnya melemah terhadap sekeranjang mata uang utama.

BERITA TERKAIT

  • Laba Perusahaan AS Turun Tajam, Sinyal Perlambatan Ekonomi

    29/05/2025, 22.08 WIB
  • Harga Minyak Naik Tajam karena Sinyal Positif Inflasi AS dan Pemangkasan Tarif

    13/05/2025, 22.03 WIB
  • Sinyal Resesi Menurun Pasca-kesepakatan AS-China, Yield USTreasury Naik Tajam

    12/05/2025, 22.36 WIB
  • Turun Tajam, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2025 Jadi 2,3%

    10/06/2025, 19.51 WIB
  • Indonesia Dihadapkan Ancaman Berlanjutnya Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi pada 2025

    28/04/2025, 06.20 WIB

ARTIKEL POPULER