main-logo
  • MARKET
  • MACRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • /assets/images/resources/dasawindu-indonesia-merdeka.png
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
  • FOTO
logo datatrust
Pita Tracker By Trading View
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
  • ‌
    ‌
    ‌
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

KATEGORI
  • MARKET
  • MAKRO
  • FINANCIAL
  • BUSINESS
  • NATIONAL
  • ESG
  • INTERNATIONAL
  • FINANCIALTRUST
  • INDEPTH
  • LIFESTYLE
MEDIA
  • PHOTO
  • VIDEO
INFORMASI
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN KAMI
  • PUBLISHING
  • KONTAK
PUBLIKASI
  • BUKU

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024
Bagikan
  1. Home
  2. financial

Meski Ekonomi Melambat di Kuartal I 2025, OJK Optimistis Industri Fintech Lending Tetap Tumbuh 

JAKARTA, investortrust.id - Dampak dari ketidakpastian global membuat ekonomi Indonesia menghadapi masa yang menantang di awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mencermati dampak dari perlambatan ekonomi di kuartal I 2025 terhadap industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman daring (pindar). 

 

Seperti diketahui, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh hanya 4,78% di kuartal I 2025 atau melambat dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,02%. 

 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman melihat prospek industri ini masih positif.

 

”(dengan, red) Fleksibilitas, digitalisasi, dan fokus pada segmen underserved membuat pindar tetap berpotensi tumbuh positif pada kuartal mendatang, khususnya dalam pembiayaan jangka pendek dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” ujarnya dalam jawaban tertulis, dalam jawaban tertulis, Senin (19/5/2025). 

 

Baca Juga

AFPI Sebut Isu Kartel Pindar Berpotensi Turunkan Volume Pembiayaan Industri

 

Di sisi bersamaan, OJK juga mencermati dampak dari maraknya kondisi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri yang bisa juga memberikan dampak yang juga menantang terhadap industri pindar, baik dari sisi permintaan maupun risiko kredit.

 

”Maraknya PHK akan terus dicermati dampaknya,” kata Agusman.

 

Baca Juga

Tepis Isu Kartel, AFPI Sebut Batas Maksimum Bunga Pindar untuk Membedakan 

 

Pihaknya terus mendorong perusahaan-perusahaan penyelenggara pindar untuk terus memerhatikan aspek kehati-hatian, manajemen risiko yang memadai, serta melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk menekan peningkatan risiko gagal bayar di tengah dinamika ekonomi domestik dan global. 

 

“OJK terus melakukan monitoring terhadap tingkat risiko kredit bermasalah,” ucap Agusman. 

ARTIKEL POPULER

      BERITA TERKAIT

      • Meski Ekonomi Melambat di Kuartal I 2025, OJK Optimistis Industri Fintech Lending Tetap Tumbuh 

        21/05/2025, 02.07 WIB
      • Tekanan Industri Fintech Lending, Antara Inovasi dan Ancaman Krisis

        05/06/2025, 01.51 WIB
      • OJK Sebut 12 Peserta Fintech Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 7,5 Miliar

        09/05/2025, 13.14 WIB
      • OJK: Penyelenggara ‘Fintech Lending’ Wajib Gelar Rapat Umum Pemberi Dana

        19/05/2025, 10.50 WIB
      • OJK Optimistis Bisnis Asuransi Marine Cargo Tetap Tumbuh di Tengah Kebijakan Tarif AS AS 

        08/05/2025, 04.41 WIB